Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

Fadli Zon Ungkap Sikap Prabowo yang Lembek Terhadap China di Natuna

Oleh: Redaksi Bernas•8 Januari 2020
Fadli Zon Ungkap Sikap Prabowo yang Lembek Terhadap China di Natuna
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membela Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam menyikapi sengketa teritorial di perairan Natuna, Kepulaua..."

🗓️ Dipublikasikan pada 8 Januari 2020.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita politik terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membela Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam menyikapi sengketa teritorial di perairan Natuna, Kepulauan Riau yang bersinggungan dengan China. Menurutnya, Ketua Umum Gerindra itu tidak lembek, melainkan realistis.

?Saya kira sebenarnya bukan lembek, tapi Prabowo itu berusaha realistis. Realistis dengan situasi yang ada,? kata Fadli Zon di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Anggota Komisi I DPR ini menyatakan bahwa situasi saat ini menyatakan bahwa Indonesia tidak memiliki kekuatan untuk melindungi wilayah Natuna.

Meski begitu, Prabowo tidak tinggal diam.

Ia menyebut Prabowo tengah berupaya untuk terus meningkatkan kekuatan Indonesia di perairan Natuna.

?Jadi, Prabowo berusaha untuk bagaimana kita berangkat dari realitas dan terus memperkuat kekuatan kita di sana,? tuturnya.

Wilayah Perairan Natuna beberapa hari terakhir ini memanas usai kapal-kapal China memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan tersebut.

Kementerian Luar Negeri sudah melayangkan nota protes kepada China. Namun China mengklaim bahwa kapalnya berlayar di perairan yang merupakan wilayah memancing nelayan tradisional mereka sejak dulu.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto belum mau bicara banyak soal langkah yang akan ditempuh pemerintah RI. Dia hanya mengatakan pemerintah ingin menyelesaikan masalah Natuna dengan baik-baik.

?Saya kira ada solusi terbaik.

Kita selesaikan dengan baik, bagaimana pun China negara sahabat,? kata Prabowo usai rapat di kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1).

Hal senada dikatakan Menko Polhukam Mahfud MD. Dia menyebut pemerintah Indonesia tidak ingin berperang di Natuna. Akan tetapi, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sebaliknya.

Dia menyebut China yang enggan berkelahi dengan Indonesia di Natuna.

Sementeria itu, Presiden Joko Widodo menyebut seluruh pernyataan pejabat pemerintah yang berkaitan dengan kapal-kapal dan klaim China atas perairan Natuna sudah bekerja sangat baik.

Jokowi menegaskan tak ada tawar menawar mengenai kedaulatan dan teritorial negara Indonesia.

?Seluruh statemen yang disampaikan sudah sangat baik, bahwa tidak ada yang namanya tawar menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita, tegas Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna ?Penetapan RPJMN 2020-2024? di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1).

Faktanya, alih-alih meninggalkan kawasan yang menjadi sengketa, China justru mengirim dua kapal coast guard untuk melindungi kapal-kapal nelayannya di wilayah Natuna pada Senin (6/1).

Gelagat China itu direspon oleh TNI dengan menerbangkan 4 jet temput F-16 yang diterbangkan dari Riau. (sbh)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram