Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ketua MPR: Tenggelamkan Kapal China yang Masuk ke Natuna

Oleh: Redaksi Bernas•3 Januari 2020
Ketua MPR: Tenggelamkan Kapal China yang Masuk ke Natuna
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah Indonesia bertindak tegas terhadap kapal ikan milik China yang masuk ke wilayah perairan Zona Ekonomi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 3 Januari 2020.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita politik terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah Indonesia bertindak tegas terhadap kapal ikan milik China yang masuk ke wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Selain melakukan pencurian ikan, tindakan China tersebut juga melukai persahabatan baik yang selama ini sudah dibangun oleh Indonesia dan China.

?ZEE punya kekuatan hukum tetap dan mengikat sebagaimana ditetapkan berdasarkan United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) atau Konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut. Jadi, klaim sepihak China yang menyatakan bahwa Perairan Natuna merupakan wilayah mereka tidak punya dasar apapun di PBB,? kata Bamsoet, Sabtu (4/1/2020).

Karena itu, Bamsoet meminta pemerintah Indonesia harus bertindak tegas, bukan hanya dengan mengirimkan protes diplomatic, tetapi juga harus melakukan tindakan hukum tegas, seperti penenggelaman kapal pencuri ikan dari China.

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan, walaupun China merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia, namun bukan berarti mereka bisa seenaknya mengganggu kedaulatan Indonesia.

Ditegaskannya, pemerintah Indonesia tidak boleh lembek. Apalagi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka seakan-akan tidak peduli apakah Indonesia menerima atau tidak klaim China sebagai pemilik Perairan Natuna.

?Kalau kita lembek, negara manapun akan dengan mudah menginjak-injak harga diri kita.

Kalau kita berani mengambil sikap tegas, siapapun akan segan dengan Indonesia. Ini rumah kita, jangan biarkan ada maling masuk dan kita hanya tersenyum menikmati dirampok,? ujarnya.

Mengingat besarnya dan kerasnya potensi konfrontasi di Perairan Natuna, Bamsoet mendorong pemerintah dan Komisi I DPR segera menyusun anggaran untuk menambah kekuatan armada penja (coast guard). Baginya, tanpa ditunjang kekuatan dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang prima, tidak mungkin TNI bisa menjaga kedaulatan negara ini dengan sempurna.

?Sebagaimana pepatah Romawi kuno, si vis pacern para bellum. ?Jika kau mendambakan perdamaian, bersiaplah menghadapi perang?.

Artinya, kita perlu mempersiapkan kekuatan tempur yang prima agar bisa menghadapi situasi terburuk seperti perang,? tukasnya.

?Kalau kita lembek dan tidak punya kekuatan, negara lain dengan mudahnya akan menginjak harga diri kita. Beda jika kita kuat, negara lain akan berpikir berjuta-juta kali untuk berhadapan dengan Indonesia,? pungkas Bamsoet. (sbh)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram