GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID – Kenduri masal pemecahan rekor, Musium Rekor Indonesia (MURI) dunia digelar di Balai Padukuhan Sawahan 1, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat siang, (27/12/2019). Sebanyak 2.510 porsi nasi kenduri disajikan di dalam sarang (tempat nasi kenduri yang terbuat dari anyaman daun kelapa/janur).
Ribuan masyatakat setelah Shalat Jumat mulai berdatangan, berjubel memadati halaman Balai Padukuhan setempat untuk menyaksikan acara unik dan langka tersebut. Meskipun dalam kondisi cuaca diguyur hujan, hal tersebut tidak menyurutkan masyarakat Sawahan 1 dan sekitarnya dalam mempersiapkan acara pemecahan rekor MURI.
Ketua Panitia dari Ikatan Keluarga Sawahan (IKS) , Tri Suhartanto menyampaikan, persiapan untuk acara pemecahan rekor MURI tersebut telah direncanakan sejak lama.
Menurutnya, masyarakat Padukuhan Sawahan kebanyakan berada di perantauan.
?Tinggal sesepuh yang tinggal disini, kami harap dengan pemecahan Rekor MURI ini dapat mengangkat dan memberi semangat pemuda memgembangkan potensi yang ada,? jelas Tri.
Lebih lanjut Tri menjelaskan, dalam tiga hari terakhir, masyarakat Sawahan I menyiapkan anaman sarangan untuk menyukseskan acara tersebut. Sementara untuk pendanaan sendiri dari iuran anggota IKS di perantuan dan didukung oleh Dana Keistimewaan serta para sponsor.
Ide pemecahan MURI sendiri telah diputuskan masyarakat setempat sejak lama. Untuk kesuksesan acara, Tri bersama tokoh masyarakat lainnya telah menggelar audiensi bersama Bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada 7 Oktober 2019 silam.
?Alhamdulillah, ide kami diapresiasi diarahkan dan didukung, sementara warga sendiri secara semangat dan swadaya turut berbondong dalam menyiapkan acara ini,? beber Tri.
Seharii sebelum acara dilaksanakan, warga masyarakat sudah disibukkan dalam memasak ingkung dan nasi uduk khas kenduri.
Sementara Jumat pagi tadi satu per satu suiran ayam, ubo rampe serta nasi uduk di taruh satu per satu ke dalam wadah yang disebut sarangan.
Tepat pukul 13.00 WIB sarangan pun siap disajikan. Pejabat serta tamu undangan satu per satu menghadiri dan duduk di sisi kanan panggung. Sedangkan sesepuh desa menggunakan baju lurik lengkap duduk di atas panggung.
Di depannya ada sejumlah tenggok anyaman bambu yang telah diberi alas (dilambari) daun jati diisi nasi uduk, irisan kacang serta taburan tauge dan ayam ikung utuh.
Ariyani Siregar perwakilan dari MURI sebelum meyerahkan penghargaan pemecahan rekor mengungkapkan, penyajian nasi kenduri ini baru pertama kali di Indonesia. Ia menyebut, pihak panitia sendiri awalnya mengusulkan 2.000 porsi.
?Namun setelah kami verifikasi terdapat 2.279 porsi nasi kenduri dalam sarangan rekor ini kami catat yang ke-9.391 sekaligus masuk dalam rekor dunia,? jelas Ariyani.
Pihaknya pun dengan bangga mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya nasi kenduri adalah nasi khas sebagai wujud rasa syukur masyarakat Jawa kepada Sang Pencipta.
?Dengan diadakan pemecahan Muri ini nantinya nasi kenduri bisa dikenal masyarakat Indonesia secara luas,? jelas dia.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Hj.
Badingah, S.Sos mengapresiasi kegiatan pemecahan MURI ini. Terlebih dari pihak masyarakat sendiri secara swadaya rela mengeluarkan waktu tenaga dan biaya untuk menyukseskan kegiatan ini.
?Tentu saja ini mengharumkan nama Gunungkidul,? ungkap Badingah.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pariwisata Asti Wijayanti, Kepala Dinas Kebudayaan Agus Kamtono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kelik Yuniantoro, Forkompincam Playen, Perangkat Desa Bleberan serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. (sad)

