BELANDA, HarianBernass.com – Mengapa ia berhasil meraih penghargaan tersebut? Apakah karena ia melakukan penelitian?
Astronom Indonesia yang bernama Tri Laksmana Astraatmadja mendapatkan penghargaan Dissertation Prize pada bulan Juli tahun 2015 yang lalu. Penghargaan ini diberikan kepadanya atas tesisnya yang berjudul Cahaya Diantara Gelombang: Mencari Emisi Foton TeV dari Ledakan Sinar Gamma dengan Teleskop Neutrino ANTARES.
Tahun 2015 menjadi tahun pertama bagi GNN untuk menganugerahkan Dissertation Prize kepada mereka calon postdoctoral muda yang menulis sebuah tesis luar biasa dan memberikan kontribusi signifikan terhadap proyek yang diadakan oleh GNN.
Astraatmadja menjadi bagian dari Leiden /Nikhef ANTARES selama penelitian Ph.D nya di Leiden Institute of Physics atau Leids Institut voor de Onderzoek di Natuurkunde (LION) dan juga di Institut Nasional untuk Fisika-Subatomik (Nikhef), di Amsterdam, Belanda.
Sebelum meraih gelar Ph.D nya di universitas tersebut, Astraatmadja telah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia dan pendidikan masternya di Leiden Observatory. Ia merupakan salah satu astronom yang menerima penghargaan tersebut. Astraadmaja adalah peneliti postdoctoral di Max-Planck-Institut für Astronomie (MPIA) yang bekerja di bawah pengawasan pimpinan kelompok Gaia dari MPIA, Coryn Bailer-Jones.
Dalam ANTARES, Astraadmaja berfokus pada teleskop sinar gamma, yang mana teleskop tersebut memungkinkan astronom untuk mencari muon yang tercipta dalam interaksi sinar gama di atmosfer bumi.
Indonesia juga memiliki seoarng astronot yang hebat seperti Astraatmadja.
Beberapa penelitian yang dilakukan oleh para putra bangsa menunjukkan bahwa Indonesia tidak bisa diremehkan oleh dunia.
Kita sebagai putra dan putri bangsa Indonesia sudah sepatutnya juga turut mengharumkan nama Indonesia.

