Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Berlatar Rezim Orde Baru, Film Pendek Indonesia Raih 2 Penghargaan Film Terbaik se-Asia Tenggara

Oleh: Redaksi Bernas•28 Januari 2016
Berlatar Rezim Orde Baru, Film Pendek Indonesia Raih 2 Penghargaan Film Terbaik se-Asia Tenggara
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA HarianBernas com Siapa sutradara di balik film hebat tersebut Apakah cerita dalam film tersebut mengangkat Indonesia sebagai latarnya Lucky Kuswandi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 28 Januari 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

JAKARTA, HarianBernas.com – Siapa sutradara di balik film hebat tersebut? Apakah cerita dalam film tersebut mengangkat Indonesia sebagai latarnya?

Lucky Kuswandi adalah satu-satunya sineas yang naik ke panggung Singapore International Film Festival (SGIFF) sebanyak 2 kali untuk menerima dua Silver Screen Awards. Penghargaan yang pertama ia peroleh dalam kategori Film Pendek Terbaik Asia Tenggara dan pengahargaan yang kedua dalam kategori Sutradara Terbaik.

Silver Screen Awards adalah penghargaan tertinggi dari SGIFF untuk para pemenang seksi kompetisi Asian Feature Film Competition dan Southeast Asian Short Film Competition di setiap tahunnya.

Film pendek karyanya yang berjudul The Fox Exploits The Tiger's Might  adalah film yang membuatnya meraih penghargaan tersebut. Film tersebut mengangkat kisah yang berlatar saat rezim Orde Baru berkuasa.

Sehari setelah meraih penghargaan di SGIFF, ia berhasil memenangkan Jogja Student Film Awards dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-10. Film karyanya ini juga berhasil masuk kompetisi bergengsi International Critics?

Week (La Semaine de la Critique).

Lucky Kuswandi tak hanya ingin mengejar prestasinya di bidang internasional. Ia berusaha mengangkat latar belakang kisah yang dimiliki Indonesia. Dengan karyanya yang mengangkat kisah dari Indonesia, ia telah mempublikasikan Indonesia pula.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda menggunakan latar Indonesia di setiap karya Anda?

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram