BOGOR, HarianBernas.com – Apa yang ia lakukan sehingga bisa menerima penghargaan UNESCO?
Prof. Dr. Hidayat Pawitan adalah seorang guru besar di bidang Geofisika dan Meteorologi di IPB.
Ia mendapatkan penghargaan UNESCO – International Hidrologycal Programme, Regional Steering Committee for Southeast Asia and the Pacifik (UNESCO-IHP RSC-SEAP) Award.
Ia mendapat penghargaan tersebut karena kontribusi dan dedikasinya dalam berbagai kegiatan UNESCO-IHP RSC-SEAP. Penghargaan ini langsung diberikan oleh Ketua UNESCO-IHP RSC-SEAP, Kaoru Takara saat 50th Anniversary of UNESCO IHD and IHP pada 19-20 Oktober 2015 di Medan. Hidayat mengatakan bahwa anggota peneliti IHP dari Indonesia hanya ada 20 orang, dimana tiap enam tahun sekali di-update.
?Sudah lebih dari 20 tahun saya ikut berkontribusi dan berkiprah sebagai anggota IHP.
UNESCO menerbitkan katalog mengenai kondisi sungai-sungai di dunia (Catalog of Rivers), saya menjadi editor pada dua dari 50 volume katalog tersebut.
Karena itulah mereka memberikan penghargaan tersebut,? tuturnya.
Katalog tersebut berisi tentang perkembangan terkini kondidi sungai-sungai yang ada di dunia dan secara berkala dilakukan revisi. Katalog ini menjadi salah satu acuan para peneliti dan stakeholder untuk melakukan penelitian dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Tidaklah mudah untuk menjadi anggota peneliti IHP karena ada seleksi yang ketat dan rekomendasi dari tim khusus.
Sudah sejak tahun 1996, Hidayat melakukan berbagai pertemuan ilmiah dan kegiatan aksi peneliti IHP di berbagai negara
Ternyata tidak mudah bagi Hidayat untuk memperoleh penghargaan tersebut. Ia harus melewati seleksi ketat untuk menjadi seorang peneliti IHP.
Ia juga harus melaksanakan tugasnya dengan melakukan berbagai pertemuan ilmiah dan kegiatan aksi di berbagai negara.
Bahkan prosesnya untuk mendapatkan penghargaan tersebut sudah ia jalani selama 20 tahun. Berkontribusi selama 20 tahun tidaklah mudah dan harus memiliki kesabaran yang tinggi.
Kita dapat mencontoh Hidayat yang dengan tekun menjalani profesinya.

