SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73 bertema “Dengan Semangat Promoter, Pengabdian Polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara”, Polri bekerjasama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial (PABMI) dan Smile Train serentak melaksanakan operasi bibir sumbing di 24 Rumah Sakit (RS) Bhayangkara se-Indonesia.
RS Bhayangkara saat ini menjadi rumah sakit yang keempat di Yogyakarta dan telah teregistrasi secara internasional.sebagai rumah sakit yang bisa menangani kelainan celah bibir dan langit-langit mulut.
Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri menjelaskan tujuan bhakti sosial operasi bibir sumbing ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. “Kita bekerjasama untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Tadi sudah kita saksikan bersama, rupanya ini tidak hanya sekali kegiatan karena kita tahu operasi bibir sumbing tidak hanya cukup sekali operasi,” katanya seusai melakukan peninjauan pasien operasi bibir sumbing di RS Bhayangkara, Senin 17 Juni 2019.
“Kita berharap kalau ada kegiatan seperti ini lagi, kita perlu lanjutkan kembali karena biaya operasi bibir sumbing yang tidak sedikit. Kalau saya tanya tadi, ada yang tiga sampai empat kali operasi.Kalau saya lihat, hasilnya sudah sangat baik,”imbuhnya.
Kapolda DIY pun berharap mudah-mudahan bhakti sosial ini dapat meringankan beban bagi masyarakat. “Semoga peringatan Hari Bhayangkara ada kemanfaatannya bagi masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan, Angga Susilowati (25), warga Parangtritis Bantul, ibu dari Nugroho Setiawan (4) merasa bersyukur dengan adanya bhakti sosial operasi bibir sumbing. “Semoga setelah operasi, bisa menambah motivasi anak saya untuk lebih kuat dan semangat berkumpul dengan teman-temannya,” katanya.
“Bisa lebih lancar ngomong dengan temannya dan tidak dibully.
Tidak sering pilek dan ispa lagi karena sebulan sekali keluar masuk rumah sakit,” imbuhnya.
Angga mengetahui bhakti sosial operasi bibir sumbing ini dari akun media sosial FB Polda DIY. Ia pun mengatakan tidak ada pungutan biaya sama sekali dengan persyaratan yang mudah, yaitu Kartu Keluarga dan identitas anak.
Sementara itu, Kompol Theresia, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara mengatakan ada 17 pasien yang dilayani dalam bhakti sosial operasi bibir sumbing. “Hari ini 3 yang dioperasi, besok 3 dioperasi, sisanya hari Rabu (18/6),” jelasnya.
Kompol Theresia juga menyebut bhakti sosial operasi bibir sumbing ini memecahkan Rekor MURI kategori operasi bibir sumbing dengan pasien terbanyak. “Dari target 500 pasien, terdaftar 630-an pasien seluruh Indonesia. Nanti 1 Juli 2019, Kapolri akan menerima sertifikat Rekor MURI” tandasnya. (jat)

