SLEMAN,BERNAS.ID- Ekonom dan staf pengajar fakultas ekonomi dan bisnis (FEB) Universitas Gadjan Mada (UGM), A Tony Prasetiantono tutup usia di RS MMC Jakarta, Rabu (16/1/2019) sekira pukul 23.30 WIB. Rencananya akan dimakamkam Jumat (18/1/2019), tapi untuk tempat dan waktunya belum diketahui.
?Jenazah Alm Mas A Toni Prasetiantono rencananya baru akan dimakamkam besok (Jumat, 18/1/2019) karena menunggu keluarga yang pulang dari Belanda,? kata KRMT Roy Suryo dalam twitternya.
Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membenarkan informasi
tersebut. ?Almarhum akan di makamkan Jumat (18/1/2019). Tetapi tempatnya dimana dan jam berapa belum ada info,? kata Iva saat dikofirmasi soal hal tersebut, Kamis (17/1/2019).
Mengenai apa akan ada acara di Balairung sebelum di makamkan, Iva menjawab tidak ada acara di Balairung UGM karena semuanya akan berlansung di rumah duka, yaitu di perumahan pesona Merapi Blok J78, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
Tony meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1986, gelar Master of Science dari University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat pada tahun 1991 dan gelar PhD dari Australian National University, Canberra pada tahun 2005.
Di luar karier akademik, Tony pernah menduduki komisaris di sejumlah perusahaan, misal Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk sejak 21 Maret 2011.
Sebelumnya, ia juga sempat menjadi Komisaris Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005.
Almarhum juga dikenal sebagai penggiat seni musik khusus jazz, sebagai pelopor event Jazz FE UGM. Dan bersama Harian Bernas (sekarang Bernas.id) tahun 92an menggagas pagelaran Jazz Gayeng.
Berdasarkan pengakuan rekan sejawat di UGM dan Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), Eddy Purnawan, tidak ada tanda-tanda sama sekali beliau akan wafat.
Karena menurut Eddy, ia sempat makan malam bersama dengan rekan dosen FEB UGM sekitar pukul 19.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Setelah itu Tony lalu pulang ke hotel di Ritz Carlton lalu check-in hotel jam 21.30, lalu naik ke kamar 2207.
?Lalu sekitar 22.30 WIB telpon reception minta bantuan.
Orang hotel naik ke atas 3 orang. Mereka mengetuk tidak ada jawaban. Lalu, dibuka pakai kunci hotel dan disaksikan sudah duduk tak sadar di dalam kamar hotel.
Oleh pihak hotel langsung dibawa ke MMC. Saat sampai ke MMC oleh dokter disampaikan sudah dalam keadaan death on arrival.
Jadi apa serangan jantung atau apa, dokter tidak bisa memastikan,? kata Eddy. (jat)

