BANTUL, BERNAS.ID – Pemkab Bantul mendorong siswa untuk berprestasi dengan tiga hal yakni peningkatan peran orangtua, perbaikan metode mengajar dan memperhatikan anak yang tertinggal secara akademis. Dan kesungguhan Pemkab dalam ditunjukkan dengan pengalokasian anggaran pendidikan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 sebesar Rp 30 miliar dan tahun 2017 meningkat menjadi Rp 60 miliar, tahun 2018 naik lagi jadi Rp 90 miliar dan tahun 2019 menjadi Rp 110 miliar.
“Siapa pun tak boleh menghambat pendidikan anak termasuk orangtua.
Bila hal ini terjadi bisa dipidanakan. Pemkab Bantul punya program meningkatkan prestasi akademik dan non akademik bagi siswa di Bantul tanpa membedakan sekolah/ madrasah.
Bantul khususnya dan Indonesia pada umumnya masih terus membutuhkan generasi yang cerdas berakhlak mulia untuk mengisi profesi dokter, kyai, jabatan fungsional, insinyur dan lain-lain.
Jangan sampai negeri ini terpuruk gara-gara lalai dalam menyiapkan generasi penerus yang berkualitas,?
kata Wakil Bupati Bantul KH Abdul Halim Muslih Lc saat menjadi narasumber paa Seminar Parenting untuk orangtua siswa kelas 7, 8, 9 MTsN 5 Bantul (Matsamaba), Minggu (9/12/2018).
Selain Wabup, hadir pula Ketua Komite Madrasah H Djaelani Latief BA beserta seluruh guru/karyawan ?Kampus Hijau Matsamaba?.
Ketika berkunjung ke dua kecamatan, Wabup mengaku prihatin karena banyak orangtua yang tidak hafal anaknya kelas berapa. Padahal setiap saat mestinya orangtua menjalin komunikasi dengan anak agar tercipta suasana keluarga yang harmonis. “Saya ingin bapak ibu/orangtua lebih memperhatikan putra putrinya.
Anak-anak kan waktunya lebih banyak bersama panjenengan, jangan sampai pasrah bongkokan kepada madrasah.
Yang punya kewajiban mendidik dan mengajar sebenarnya adalah orangtua di rumah. Jadi jangan sampai terlalu menyalahkan guru.
Ketika anak berhasil orangtua bilang anak siapa to, sedangkan kalau gagal, bagaimana to gurunya mengajar,? imbuh Abdul Halim sambil tersenyum.
Kepada guru Matsamaba selaku orangtua kedua, Wabup berpesan agar membuat strategi mengajar yang tepat sehingga mudah diterima siswa. Banyak guru yang ketika kuliah nilainya bagus namun tak berhasil ketika mentransfer ilmunya kepada siswa, maka Pemkab melakukan upaya memberikan pelatihan peningkatan kompetensi guru.
?Tak kalah penting anak yang tertinggal secara akademis perlu mendapat perhatian lebih. Yang prestasinya separuh ke atas cukup dipantau saja, sedangkan yang separuh ke bawah benar-benar harus dilakukan pendampingan,? kata Wabup seperti dikutip Drs Sutanto, Guru seni Budaya MTsN 5 Bantul/Matsamaba, kepada bernas.id.
Kepala Matsamaba Siti Solichah SPd mengatakan seminar parenting mengangkat tema “Satukan Hati Mendidik Putra Putri Wujudkan Generasi Berkualitas dan Islami” dengan mengundang orangtua siswa.” Hal ini dilakukan agar orangtua lebih paham perannya dalam mendidik putra putrinya.
Pak Wabup sengaja kami suwun menjadi narasumber agar orangtua makin mantap menyekolahkan anaknya di sini,” kata Siti.
Seminar yang dipandu Waka Humas Muntaha SPd diawali dengan pembacaan Alquran oleh siswa kelas 8 Istiqomah dan Nurul Mutmainah. Sebagai wujud cinta Tanah Air semua yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dipimpin Nursiwi Dasawati S Pd dengan iringan musik guru seni budaya Drs Sutanto. (lip)

