Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

SMAN 1 Prambanan dan SMA Muhammadiyah Kalasan Menjadi Sekolah Siaga Bencana

Oleh: Redaksi Bernas•21 Oktober 2018
SMAN 1 Prambanan dan SMA Muhammadiyah Kalasan Menjadi Sekolah Siaga Bencana
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"SMAN 1 Prambanan dan SMA Muhammadiyah Kalasan Menjadi SSB..."

🗓️ Dipublikasikan pada 21 Oktober 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

Bernas.id- SMA Negeri 1 Prambanan dan SMA Muhammadiyah Kalasan dilaunching menjadi Sekolah Siaga Bencana (SSB), Senin (22/10/18) bertempat di SMA Negeri 1 Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Launching yang semestinya dilakukan oleh Gubernur DIY, diwakili oleh Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana tersebut diawali dengan gladi lapang penanggulangan bencana gempa bumi melibatkan unsur sekolah, BPBD, puskesmas, dan TNI/Kepolisian setempat.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir pada acara tersebut dalam sambutannya mengapresiasi launching kedua SSB tersebut. Dengan diresmikannya dua sekolah ini, saat ini Kabupaten Sleman memiliki 56 sekolah yang berpredikat sebagai Sekolah Siaga Bencana dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan Desa Tangguh Bencana di Sleman hingga saat ini sebanyak 45 desa. 

Menurutnya, penyelenggaraan gladi penanggulangan bencana yang diikuti oleh seluruh unsur masyarakat, termasuk dilingkungan sekolah telah menjadi satu kewajiban untuk dilaksanakan dalam rangka mengelola risiko bencan.

Seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta maupun masyarakat memiliki kewajiban secara bersama-sama untuk berperan serta secara aktif dalam kegiatan penanggulangan bencana dalam masa pra bencana, saat bencana maupun pasca bencana.

?Melalui gladi penanggulangan bencana, kita berbagi peran siapa melakukan apa dan bagaimana caranya. Sehingga tidak ada tumpang tindih atau saling Iempar tanggungjawab saat terjadi kejadian bencana,? tutur Muslimatun.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantara mengatakan bahwa penanggulangan bencana seharusnya dilaksanakan secara sistematik. ?Tantangan kedepan dalam membangun sistem penanggulangan bencana adalah mengubah paradigma dari responsif menjadi prefentif,? ujarnya.

Tujuan melakukan pembentukan SSB merupakan salah satu langkah penanggulangan bencana secara sistematik. SSB dibentuk untyuk menyiapkan kesiapsiagaan warga sekolah dan masyarakat disekitarnya dalam menghadapi potensi ancaman bencana serta menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang tangkas, tanggap dan tangguh dalam penanganan bencana.

Launching SSB ini juga dihadiri oleh Ketua PMI DIY yang menyerahkan bantuan dua unit tenda pada masing-masing sekolah yang diresmikan menjadi SSB. (jat)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram