Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ekonomi Tiongkok Melambat, Rupiah Kembali Menguat

Oleh: Redaksi Bernas•18 Januari 2016
Ekonomi Tiongkok Melambat, Rupiah Kembali Menguat
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA HarianBernas com Akibat sentimen positif mengenai data perekonomian Tiongkok yang mendorong optimisme di pasar regional nilai tukar rupiah di pasar..."

🗓️ Dipublikasikan pada 18 Januari 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

JAKARTA, HarianBernas.com ? Akibat sentimen positif mengenai data perekonomian Tiongkok yang mendorong optimisme di pasar regional, nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta menguat pada, Selasa (19/1) sore.

Sebelumnya, rupiah berada di posisi 13.937 per dolar AS. Hari ini, mengalami kenaikan sebesar 120 poin, menjadi 13.817.

Tiongkok yang melaporkan produk domestik bruto (PDB) yang tidak jauh berbeda dengan estimasi pasar menjadi faktor menguatnya nilai tukar rupiah. Hal ini dikatakan oleh Rully Nova yang merupakan pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara.

“Ekonomi Tiongkok memang melambat, namun kondisi itu mendorong spekulasi pasar terhadap pemerintah Tiongkok yang akan tetap berkomitmen untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam menopang perekonomian, diharapkan dapat berdampak positif bagi negara sekitar,” ujar Rully.

Estimasi kalangan pelaku pasar uang berkisari 6,8 ? 6,9 persen.

Sedangkan PDB Tiongkok sebesar 6,9 persen pada tahun 2015 lalu.

Indonesia dan sejumlah negara berkembang juga sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund).

“Hanya waktu kenaikan saja yang masih dinanti pelaku pasar,” kata Rully.

Harga minyak mentah dunia yang melemah, akan berpotensi pula pada turunnya subsidi BBM dan daya beli masyarakat akan meningkat. Hal ini ditinjau dari sisi dalam negeri.

“Daya beli masyarakat berpotensi meningkat seiring dengan penurunan BBM, di sisi lain pemerintah juga terus menggalakan investasi melalui pembangunan infrastruktur, kondisi itu yang akan menjaga fundamental rupiah secara jangka panjang,” katanya.

Sebelumnya, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI, pada awal pekan rupiah berada di 13.931 per dollar AS. Hari ini menjadi 13. 921 per dollar AS.

Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 10 poin.

Tag:#finansial#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram