Bernas.id ? ?Anak-anak jangan ramai, dengarkan bu guru ya?? Betapa sering kalimat ini keluar dari seorang guru, yang artinya adalah betapa sering seorang guru meminta agar perkataannya didengarkan oleh anak didiknya.
Tidaklah salah apabila seorang guru berkata demikian, karena memang satu kelas malah ada yang berisikan 40 siswa. Bayangkan saja, bagaimana lagi cara seorang guru untuk menghentikan 40 siswa yang sedang ramai selain dengan cara itu.
Namun adakalanya, bapak dan ibu guru perlu mencoba untuk mendengarkan apa saja yang mereka obrolkan, siapa saja yang mereka bicarakan atau bahkan keseruan apa yang sedang mereka ramaikan.
Duduklah bersama mereka ketika istirahat, tanyakan apa saja yang mereka beli, tak lama kemudian akan mengalir cerita dari mulut mereka, hal-hal yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran sang guru.
Sungguh suatu cerita yang teramat sederhana, namun begitu seru untuk mereka jadikan topik pembicaraan di sela-sela memakan hasil hunting makanan di kantin sekolah.
Ketika akhirnya salah satu dari mereka menawarkan makanan pada sang guru, cicipilah sedikit makanan tersebut. Apabila makanan tersebut adalah bekal yang dibawakan orang tua mereka, pujilah makanannya. Namun apabila makanan tersebut hasil dari beli di kantin sekolah, tanyakanlah di mana dia membelinya, tunjukkanlah ketertarikan pada makanannya, dan dengarkan lagi alasannya sangat menyukai makanan itu.
Dengan mencicipi makanan mereka, mereka akan merasa bahwa guru mereka memiliki selera yang sama dan tentunya akan membuat mereka bangga.
Keesokan harinya, balaslah dengan menawarkan makanan yang dibawa guru pada mereka, bahkan kalau perlu makanlah bersama mereka.
Di sela makan bareng dengan mereka, jadilah pendengar setia yang akan mendengarkan cerita seru versi mereka.
Di lain waktu, ketika istirahat jangan lagi mendatangi siswa yang bergerombol, dekatilah siswa yang sedang duduk sendirian, tanyakan padanya kenapa dia tidak membaur dengan teman-temannya. Mungkin tak banyak cerita yang akan keluar dari mulutnya, namun di kemudian hari, ia akan selalu mengingat kejadian hari itu dan akan selalu mengembangkan senyumnya sebagai tanda bahwa ia sangat senang dengan guru yang tak segan untuk mendekatinya.
Ayo belajar mendengarkan celoteh siswa-siswi kita!
Dengan mendengarkan segala keseruan cerita versi mereka, someday mereka akan mempercayakan setiap permasalahan yang sedang mereka hadapi pada kita selaku guru mereka.
Hingga pada akhirnya, mereka akan mendapatkan solusi yang tepat, bukan hanya solusi coba-coba sebagaimana yang ditawarkan teman-temannya.
Karena memang usia mereka yang belum memiliki kematangan dalam menawarkan solusi.
Guru pun akan mengetahui dengan detail, bagaimana sikap dan karakter per individu dari anak didiknya.
Setelah mereka menyelesaikan studinya di sekolah dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka tak akan berhenti DM di instragram kita, untuk sekedar mengucapkan ?Kangen Ibu?.
Lihatlah kekuatan mendengarkan, begitu dashyat!

