Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Serangan Militer AS Tewaskan Prajurit Rusia di Suriah

Oleh: Redaksi Bernas•16 Februari 2018
Serangan Militer AS Tewaskan Prajurit Rusia di Suriah
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Bukan hanya penduduk Suriah yang ikut terlibat dalam perang saudara di negaranya Negara negara adidaya seperti AS beserta Rusia juga turut ambil..."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 Februari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

Bernas.id ? Bukan hanya penduduk Suriah yang ikut terlibat dalam perang saudara di negaranya. Negara-negara adidaya seperti AS beserta Rusia juga turut ambil bagian dalam perang yang sudah berlangsung selama hampir tujuh tahun tersebut.

Bloomberg mengabarkan kalau serangan udara dan artileri yang dilakukan oleh militer AS menewaskan sejumlah tentara bayaran asal Rusia. Hal tersebut dikatakan oleh sebuah sumber dari AS dan tiga orang dari Rusia.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar 8 km di sebelah timur garis bebas konflik Sungai Eufrat.

Menurut Thomas F. Vealeelaku juru bicara militer AS, awalnya pasukan pendukung pemerintah Suriah melakukan serangan pada tanggal 7 Februari malam dengan didukung oleh armada tank, artileri, dan pelontar roket.

Pasukan AS kemudian menanggapi serangan tersebut dengan melakukan serangan udara dan artileri. Sebanyak 100 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, di mana semuanya berasal dari kubu lawan.

Pasca gagalnya serangan tersebut, pasukan pendukung pemerintah dikabarkan mundur ke arah barat.

Ada lebih dari 200 tentara bayaran yang berperang untuk pemerintah Suriah, di mana sebagian besarnya berasal dari Rusia. Namun pihak AS masih belum yakin berapa banyak prajurit Rusia yang tewas dalam insiden tersebut.

Masih belum diketahui apakah kelompok tentara bayaran tersebut dibiayai langsung oleh pemerintah Rusia. Menurut media-media Rusia yang dikutip oleh Bloomberg, kelompok tersebut adalah organisasi bernama Wagner yang disewa secara khusus oleh pemerintah Suriah.

Sebagai ganti atas kemauan mereka membantu pihak pemerintah, mereka bakal mendapat hak istimewa terkait eksploitasi minyak di wilayah Suriah.

Di pihak Rusia, Menteri Pertahanan setempat menyatakan kalau ada 25 prajurit Suriah yang tewas dalam insiden kekerasan terbaru. Namun ia tidak merinci kewarganegaraan dari orang-orang yang tewas. Ia juga menuding kalau tindakan AS menempatkan militernya di Suriah sebagai hal yang ilegal dan memiliki motif ekonomi.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram