Bernas.id – Seorang muslim mempunyai tokoh panutan yang menjadi panutan bagi kita semua. Panutan itu adalah Rasululah SAW. Semua perkataan dan perbuatan Rasul dicatat oleh sahabat dan disampaikan oleh para perawi hadis hingga kini.
Semenjak kecil Rasulullah sudah membantu pamannya dan ikut berdagang.
Ketika Muhammad beranjak dewasa, Beliau pun menjadi orang yang dipercaya. Tidak pernah Muhammad menjual barang dagangannya yang rusak. Iapun tidak pernah mengambil untuk terlalu besar.
Rasul mengajarkan kita untuk berdagang dengan cara yang jujur dan dapat menyenangkan hati orang lain.
Keuntungan dagang Rasul digunakan untuk jalan berdakwah atau diberikan kepada kaum yang tidak mampu.
Rasulullah akan mengutamakan kesejahteraan orang lain diatas kesejahteraan dirinya sendiri.
Menjadi pribadi yang damai dan menjadi rahmat bagi sesama adalah keteladanan yang kita ambil dari Rasul.
Sesuai dengan ayat pada Surat Al-Anbiya ayat 107, ?Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam?.
Islam melarang kita berlaku semena-mena terhadap orang lain. Konsep ini sejalan dengan konsep sociopreneur yang berkembang saat ini.
Sociopreneur adalah suatu bentuk usaha yang tujuannya adalah membawa perubahan sosial ke arah positif.
Berbeda dengan yayasan yang sifatnya sosial atau enterpreneur yang murni bisnis. Sociopreneur berada diantara keduanya.
Ia melakukan sesuatu yang bertujuan untuk sosial, namun memikirkan sumber dana yang dikelola secara mandiri.
Sociopreneur tidak membutuhkan modal besar, bahkan seringkali sangat minim modal. Kunci dari sociopreneur adalah misi kuat untuk membantu orang lain.
Contoh kasus sociopreneur yang berhasil di Indonesia adalah Kitabisa.com.
Gawai ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi orang lain untuk membantu sesama.
Dengan tampilan yang mudah digunakan, ia menghubungkan orang yang ingin membantu rekan dan saudara yang membutuhkan biaya dengan dermawan yang menerimanya.
Bukan saja usaha ini berhasil, namun memiliki nilai manfaat.
Contoh lainnya adalah program yang dilakukan dr.
Gamal Albinsaid di Malang, Jawa Timur. Ia membuat asuransi sampah. Jadi, jika seseorang ingin berobat ia tidak perlu membawa uang tetapi membawa sampah daur ulang sebagai biaya berobat.
Sociopreneur tidak memfokuskan diri untuk keuntungan.
Misi sosiallah yang diutamakan. Sociopreneur menekankan konsep, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang mempunyai manfaat bagi sesama.

