Bernas.id ? Interaksi dan komunikasi dengan orang di sekitar setiap harinya sering menimbulkan kesalahpahaman dan rasa marah di dalam diri Anda. Kesalahpahaman mungkin disebabkan oleh sikap atau kalimat yang dilontarkan oleh orang lain terhadap Anda atau sebaliknya.
Sebagian orang menyelesaikannya dengan konfrontasi, namun sebagian lagi menyelesaikannya dengan cara diam dan mengalah.
Belajar memaafkan kesalahan dan perlakuan orang lain menjadi bagian dari penyelesaikan masalah pada tahap selanjutnya. Dalam suatu penelitian diperoleh hasil, bahwa bertambahnya usia seseorang membuatnya lebih mudah memaafkan orang lain. Pengalaman hidup dan pola interaksi memengaruhi kemampuan seseorang memaafkan kesalahan yang diterimanya.
Satu hal lagi yang perlu menjadi perhatian adalah, laki-laki memiliki kemungkinan depresi lebih besar daripada wanita dalam hal memaafkan kesalahan orang lain.
Hal ini terjadi karena tiga hal yang memang membedakan laki-laki dengan wanita berikut ini.
1. Logis
Memaafkan adalah aktivitas yang melibatkan perasaan dan kemampuan mengelola emosi negatif. Laki-laki sering kali dibentuk untuk berpikir lebih logis dan rasional, sehingga keterlibatan perasaan dalam berpikir lebih sedikit dibanding wanita.
Kesalahan yang terjadi cenderung dilihat hanya dari sisi benar dan salah.
2. Superior
Laki-laki dalam pola pengasuhannya sering dilayani dan dianggap sebagai pihak yang ?dibenarkan perilakunya?. Banyak laki-laki yang tidak terlatih mengalah dalam keluarga.
Anak laki-laki dalam budaya timur menjadi ?raja kecil? yang sering dimaklumi saat melakukan kesalahan. Satu hal lagi, karena dibesarkan sebagai ?raja?
maka laki-laki terbiasa tidak mentotelir kelalaian orang lain.
3. Sembunyi
Laki-laki cenderung lebih mudah depresi daripada wanita, juga disebabkan oleh kebiasaannya tidak menceritakan permasalahan yang ia miliki kepada orang lain.
Cara wanita menyelesaikan permasalahan adalah dengan bercerita, hal ini akan mengurangi beban pikiran yang dimiliki.
Berbeda dengan laki-laki, yang tidak terbiasa menceritakan permasalahan yang dimiliki, termasuk jika marah kepada orang lain, maka semua permasalahan akan terendapkan di dalam hatinya.
Sedangkan masalah dan kekesalan yang mengendap akan menjadi dendam yang tidak terselesaikan.
Memaafkan terlebih lagi melupakan kesalahan orang lain terhadap Anda, memang bukan hal yang mudah.
Namun, kesehatan diri Anda secara fisik dan mental jauh lebih penting.
Belajar memaafkan dapat dilakukan dengan cara belajar memahami kondisi orang yang memiliki kesalahan, dan memosisikan diri Anda menjadi dirinya.
Menyampaikan rasa marah dan kekesalan Anda dapat dilakukan dengan cara yang lebih santun, untuk menghindari masalah yang lebih besar dalam interaksi Anda selanjutnya.

