Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Batu? Alien ?yang Jatuh di Mesir Ini Berisi Silsilah Alam Semesta?

Oleh: Redaksi Bernas•17 Januari 2018
Batu? Alien ?yang Jatuh di Mesir Ini Berisi Silsilah Alam Semesta?
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Batu alien yang jatuh ke Mesir berisi silsilah alam semesta..."

🗓️ Dipublikasikan pada 17 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita teknologi terbaru →

Bernas.id ? Bebatuan 'alien' antariksa telah jatuh ke Bumi dan ditemukan di padang pasir barat daya Mesir pada tahun 1996. Kini batu tersebut digadang-gadang bisa membuka misteri mengenai bagaimana terbentuknya Tata Surya kita.

Batu Hypatia — dinamakan untuk ahli matematika dan astronom perempuan Barat pertama — mengandung mineral alien atau asing yang tak pernah ada sebelumnya. 

Para ahli seperti dikutip dari News.com.au (17/1/2018) menyebut, benda asing itu mungkin terbentuk pada saat alam semesta masih dalam proses pembentukan awal dan mungkin lebih tua dari Matahari dan planet sekitarnya.

Ilmuwan juga sangat senang telah menemukan batu itu.

Karena, batu tersebut mengandung senyawa mineral mikro yang tidak ditemukan di tempat lain, baik di Bumi, meteorit, atau komet.

Para pakar berpendapat, hasil analisis dari batu alien itu bisa — secara harafiah ? menjelaskan silsilah alam semesta serta menulis ulang sejarah tentang pembentukan jagad raya.

Temuan itu dibuat oleh para periset dari University of Johannesburg. Kemudian, para periset menggunakan teknik pemindaian lanjutan untuk menyelidiki strukturnya.

Dari hasil pemindaian, terungkap bahwa ukuran asli batu itu memiliki panjang dan lebar hingga beberapa meter.

“Tetapi, ketika melewati atmosfer Bumi, batu itu hancur menjadi pecahan kecil. Dan batu Hypatia adalah satu dari pecahan itu,” terang perwakilan tim periset.

Batu itu sendiri pun juga kembali terpecah menjadi bagian yang lebih kecil.

Anggota tim segera menyadari bahwa struktur dari sebongkah mineral itu tidak terlihat seperti sesuatu yang pernah mereka lihat sebelumnya.

Diperkirakan Hypatia adalah fragmen meteor yang telah eksis sebelum Tata Surya kita terbentuk, dan ditangkap oleh gravitasi Bumi jutaan tahun berikutnya.

Jan Kramers, profesor yang melakukan studi baru ini, mengatakan, “Yang kita tahu saat ini adalah Hypatia terbentuk di lingkungan yang dingin, mungkin pada suhu di bawah temperatur nitrogen cair di Bumi (-196 Celsius).”

Kramers meneruskan, batu itu juga berasal dari tempat yang jauh, terletak di antara asteroid, Mars, atau Jupiter, yang merupakan tempat kebanyakan meteorit berasal.

“Beberapa datang dari kawasan Oort Cloud, bahkan lebih jauh lagi,” tambah Kramers.

Baca juga Simak Detik-detik Meteor Meledak di Langit Inggris

“Kami hanya tahu sedikit tentang komposisi kimia benda angkasa di luar sana.

Jadi langkah kita selanjutnya adalah menggali lebih jauh dari mana Hypatia berasal.”

Sejumlah ilmuwan menemukan mineral alien atau asing di situs meteor prasejarah di sebuah pulau terpencil di Skotlandia, Isle of Skye.

Sejumlah ahli geologi dari Birkbeck, University of London, menjadi bagian dari tim yang meneliti batuan vulkanik di Skye itu. Di sana, mereka menemukan sejumlah bentuk mineral yang belum pernah dilihat di Bumi sebelumnya.

Secara spesifiknya, mereka menemukan osbornite yang kaya akan vanadium dan niobium. Kedua mineral alien itu sebelumnya diketahui dalam awan debu yang diperoleh NASA dalam misi angkasa luar.

Mulanya, ilmuwan berpikir bahwa mereka akan melihat aliran vulkanik yang disebut ignimbrite.

Namun, saat mereka menggunakan microprobe electorn (EMP), mereka justru menemukan material angkasa luar yang langka.

“Ketika kami menemukannya, kami sangat terkejut karena kita tak mengantisipasi hal itu,” jelas dosen di Department of Earth and Planetary Sciences Birkbeck, Dr Andy Beard, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir News.com.au.

Para periset memeriksa dasar arus lava berusia 60 tahun saat mereka menemukan osbornite. Menurut para ahli geologi, karena mineral itu tak mencair, kemungkinan mineral tersebut merupakan bagian asli meteorit.

Daerah tempat ditemukannya osbornite sangat curam dan berawa. Menurut dosen di Departemen Ilmu Bumi dan Planet, Dr Simon Drake, medan tersebut mungkin telah menghalangi para peneliti sebelumnya untuk menjelajahi situs tersebut.

“Ketinggian rawa itu sepaha kami.

Saya ingat dengan jelas telah mengatakan kepada Andy Beard, 'Ini akan bernilai'. Itu layak dilakukan,” ujar Drake dalam pernyataan tersebut.

Para ahli mengatakan, temuan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah dampak hantaman meteor itu memicu keluarnya lava vulkanik pada saat bersamaan.

Situs kedua yang berjarak tujuh kilometer dari situs pertama, mengungkap mineral langka serupa yang dikenal sebagai “ejecta”, material yang dikeluarkan dari dalam kawah. 

📊 Survei Kilat BERNAS

Bidang karir impian Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Batu? Alien ?yang Jatuh di Mesir Ini Berisi Silsilah Alam Semesta??

Batu alien yang jatuh ke Mesir berisi silsilah alam semesta...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Konsultasi Digital & AI — Gratis

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id. Tayang di halaman nasional, dengan tautan yang bisa dibuka siapa pun.

Terbitkan di BERNAS.id

“Batu? Alien ?yang Jatuh di Mesir Ini Berisi Silsilah Alam Semesta?”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem