JAKARTA, Bernas.id – Ketua Komisi VII DPR RI , Herman Khaeron memberikan apresiasi terhadap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, atas kinerjanya di 2017. Herman menilai, dalam perjalanan di 2017, kinerja KementerianLHK terstruktur dan terkonsep dengan baik.
?Ini merupakan kinerja keseleruhan dari aparatur Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan,? ujar Herman, saat memberikan pidato di Environmental Outlook 2018, dengan tema Bergerak Menuju Keadilan Sosial dan Ekologis Untuk Kesejahteraan Dan Kelestarian, di Manggala Wanabhakti, Senin (15/1/2018)
Ada beberapa indikator positif yang disampaikan Herman terhadap kinerja KLHK, yaitu permasalahan hot spot sudah berkurang secara signifikan. Bahkan nyaris tidak terjadi kebakaran yang meresahkan masyarakat banyak.
?Ini tidak serta merta.
Bagi kami (Komisi VII), ini justru prestasi dari kementerianLHK,? sanjung Herman.
Indikator lainnya, terkait rehabilitasi hutan yang sudah kritis. Ini dilakukan melihat anggaran yang sangat terbatas dimiliki KLHK sekitar Rp 7 triliun (Rp 1 triliun untuk lingkungan hidup).
?Saya selalu sampaikan, KLHK anggarannya minim sekitar Rp 7 triliun. Kalau dibagi 124 juta hektar kawasan hutan, apalagi ditambah lingkungan hidup, sangat kecil sekali.
Dirata-rata Rp 6triliun dibagi 124 hektar, lebih kurang RP 45ribu sampai 50 ribu per hektar pertahun,? bebernya.
Apalagi kata Herman, kawasan perhutanan ini menjadi bagian penting menuju program reforma agraria. Yang dapat digunakan untuk kepentian masyarakat luas.
?Jadi tidak mudah jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tugas berat apalagi anggaran terbatas. Tapi kinerja KemenLHK dijalur yang benar, bagus dan baik serta terukur,? sambungnya.
?Saya apresiasi dan beri penghargan yang tinggi kepada MenLHK, dengan kunci indikator tadi.
Diharapkan jangan bicarakan sampai 2018 saja, bicarakan sampai jauh kedepan, yakin Komisi VII mendukung,? pungkasnya.

