Bernas.id ? Saat Anda menghadapi remaja yang sering melanggar aturan sehingga mendapat ia mendapat label indisipliner atau bahkan bandel, seringkali Anda merasa ingin mengubahnya agar ia menajdi jauh lebih baik dalam kacamata Anda. Sedangkan bagi remaja, melakukan kenakalan dan tindakan indisipliner adalah pembelajaran yang tidak didapatkan di sekolah.
Mengubahnya terasa sangat sulit, dannyaris tidak mungkin. Jika hal ini sering Anda rasakan, maka Anda tak perlu mengubahnya. Yang perlu Anda lakukan hanya 3 hal sederhaana ini:
1.
Ubah persepsi Anda
Anda tidak dapat memaksa orang lain untuk memahami dan mengikuti keinginan Anda. Yang paling sederhana dari kebingungan menghadapi sikap orang lain adalah Anda perlu mengubah persepsi Anda mengenai orang tersebut dan berusaha melihat masalah dari kacamatanya. Seringkali kenakalan remaja memberikan pelajaran kepada Anda bahwa setiap kesalahan tak selamanya membuat berakibat buruk pada masa depan.
Banyak orang yang pada masa mudanya nakal, namun ketika beranjak dewasa ia mampu berubah dengan belajar dari pengalamannya.
Karena kesadarannya muncul, ia terus memperbaiki dirinya dan lebih maju dimasa depannya.
2. Ubah persepsi orang tua
Bantu orang tua mengubah persepsinya mengenai si anak remaja.
Semakin banyak orang yang memberi label negatif, akan mempersempit ruang geraknya untuk menimba pengalaman dari kesalahan yang ia lakukan.
Hal ini terjadi karena remaja akan selalu disalahkan dan dibanjiri prasangka negatif dari orang dewasa diseitarnya.
Karena orang tua adalah orang dewasa terdekat, maka persepsi orang tua harus terlebih dulu diubah dalam melihat sebab dan akibat perilaku remaja.
3.
Ubah teman-temannya
Persepsi orang dewasa tak jarang memengaruhi persepsi taman-teman sebaya remaja yang terkategori sebagai anak baik-baik. Remaja yang nakal cendeung dijauhi oleh teman-temannya yang memiliki perbedaan sudut pandang. Mengajak teman sebaya membantu remaja yang nakal berubah menjadi lebih baik, akan memberikan pengalaman baru tentang interaksi dengan orang yang memiliki kebiasaan dan sudut pandang yang berbeda dengan dirinya.
Jangan memaksakan remaja untuk berubah dengan cara yang klasik, ubah diri Anda untuk membuat remaja mengakui bahwa Anda orang yang mampu memahaminya tanpa ingin mengubahnya. Dengan demikian, ia akan menjadikannya panutan, dan menjadikan Anda tolok ukur perubahannya ke arah yang lebih baik.

