Bernas.id – Sebutan guru menjadi beban tersendiri bagi mereka yang menyandangnya. Betapa tidak sejak, dahulu guru dikenal sebagai orang yang cerdas dan berbudi luhur. Bahkan pada masa kerajaan Hindu-Budha, guru berasal dari kasta tertinggi, yaitu Brahmana.
Pada masa itu posisi guru sangat penting karena mereka mengajarkan segala hal yang berhubungan dengan agama serta kitab suci.
Penyebaran agama Islam di bumi pertiwi pun tak lepas dari peran serta guru. Guru diciptakan melalui pesantren oleh para ulama guna menyebar luaskan dakwah islam. Bila dirunut berdasarkan sejarah, guru merupakan pekerjaan tertua karena ada sejak manusia mampu berpikir dan mengenal ilmu pengetahuan.
Guru mengajarkan segala hal mulai dari ilmu filsafat, sastra hingga bela diri.
Definisi guru sendiri menurut UU No. 14 tahun 2015 pasal 1 ayat 1 adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, melatih,menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah. Drs. Suparlan, M.Pd. dalam bukunya yang bertajuk Menjadi Guru Efektif, menjabarkan perbedaan-perbedaan antara mendidik, membimbing dan melatih serta mengajar.
Menurut beliau, mendidik sangat berkaitan dengan moral dan kepribadian.
Di mana pada prosesnya, guru memberikan motivasi untuk belajar dan mengikuti ketentuan atau tata tertib yang telah menjadi kesepakatan bersama. Disertai dengan contoh keteladanan dan pembiasaan.
Membimbing berkaitan dengan norma dan tata tertib. Dilihat dari segi prosesnya, maka mendidik dapat dilakukan dengan menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual peserta didik dan metode yang digunakan pun lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan.
Jika dalam membimbing guru hanya mentrasfer pengetahuan maka saat melatih guru memberikan kecakapan hidup (life skills) melalui praktik kerja, simulasi, dan magang.
Selanjutnya, beliau menjabarkan bahwa mengajar dapat dilakukan dengan memberikan contoh mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang dapat digunakan untuk mengajar misalnya ekspositori dan inkuiri.
Keempat hal inilah yang harus dipegang oleh para guru dalam menunaikan tugasnya untuk memanusiakan manusia, serta dapat menempa dan membentuk generasi muda yang berperilaku mulia, baik, jujur serta mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tak hanya sekedar mentrasfer ilmu yang memang menjadi tugas guru secara teknis.
Guru harus menjadi sosok yang digugu dan ditiru segala ucapan dan sikapnya menjadi teladan bagi muridnya.
Walau tak dapat dipungkiri bahwa guru juga adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan layaknya manusia pada umumnya.
Namun adalah bebarapa hal yang harus disadari oleh seorang pendidik agar tetap menjadi panutan dan membuat posisi guru tetap bernilai di mata masyarakat.

