Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Novanto Ajukan Justice Collaborator, Ini Komentar Fahri Hamzah yang Perlu Dipertimbangkan

Oleh: Redaksi Bernas•11 Januari 2018
Novanto Ajukan Justice Collaborator, Ini Komentar Fahri Hamzah yang Perlu Dipertimbangkan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah mengingatkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak membuat drama baru pasca pengajuan permohon..."

🗓️ Dipublikasikan pada 11 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, Bernas.id ? Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah mengingatkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak membuat drama baru pasca pengajuan permohonan ?justice collaborator? (JC) oleh terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto.

Fahri mengaku khawatir KPK justru akan sibuk mengejar nama-nama baru yang kemungkinan disebut Setya Novanto jika permohonan JC dikabulkan. Ia khawatir KPK akan melupakan 14 nama yang pernah muncul sebelumnya. Ia menilai tujuan permohonan justice collaborator yang diajukan mantan Ketua DPR RI itu hanya untuk membatasi peristiwa-peristiwa yang lain.

“Jadi KPK jangan drama ke tempat lain.

Drama yang ada aja dulu, 14 nama itu diungkap aja dulu,” ujar Fahri, di Jakarta, Kamis (11/1/18).

Baca Juga Selain Ajukan JC, Novanto Ingin Keadilan Soal Nama-nama yang Hilang

Kekhawatiran lain adalah jika justice collaborator dikabulkan, maka publik justru tidak akan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.

“Sekarang dia (KPK) mau membesar-besarkan seolah-olah dari Setya Novanto itu mengalir uang ke mana-mana,” imbuhnya.

Namun, Fahri tetap menghormati inisiatif Novanto untuk mengajukan permohonan menjadi justice collaborator untuk kasus mega korupsi proyek e-KTP.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram