JAKARTA, Bernas.id ? Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah mengingatkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak membuat drama baru pasca pengajuan permohonan ?justice collaborator? (JC) oleh terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto.
Fahri mengaku khawatir KPK justru akan sibuk mengejar nama-nama baru yang kemungkinan disebut Setya Novanto jika permohonan JC dikabulkan. Ia khawatir KPK akan melupakan 14 nama yang pernah muncul sebelumnya. Ia menilai tujuan permohonan justice collaborator yang diajukan mantan Ketua DPR RI itu hanya untuk membatasi peristiwa-peristiwa yang lain.
“Jadi KPK jangan drama ke tempat lain.
Drama yang ada aja dulu, 14 nama itu diungkap aja dulu,” ujar Fahri, di Jakarta, Kamis (11/1/18).
Baca Juga Selain Ajukan JC, Novanto Ingin Keadilan Soal Nama-nama yang Hilang
Kekhawatiran lain adalah jika justice collaborator dikabulkan, maka publik justru tidak akan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
“Sekarang dia (KPK) mau membesar-besarkan seolah-olah dari Setya Novanto itu mengalir uang ke mana-mana,” imbuhnya.
Namun, Fahri tetap menghormati inisiatif Novanto untuk mengajukan permohonan menjadi justice collaborator untuk kasus mega korupsi proyek e-KTP.

