Bernas.id ? Menjadi guru bagi para remaja bukan hal mudah, namun sangat menyenangkan. Usia transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa mengharuskan orang dewasa pandai memposisikan diri bagi mereka.
Banyak gesekan yang terjadi antara guru dan siswa disebabkan oleh kesalahpahaman kecil, atau prasangka yang dikembangkan salah satu atau kedua pihak.
Selalu ada saja sikap guru yang dikomentari negatif oleh siswa.
Remaja sebagai siswa tidak memiliki keberanian mengungkapkan kekecewaan atas sikap dan kinerja guru, sehingga seringkali ngomongin guru menjadi hal yang lumrah dikalangan remaja.
Dalam sebuah survey yang dilakukan terhadap 200 siswa SMA disalah satu sekolah di kota Bogor, didapati 6 sikap dan perilaku guru yang paling sering menjadi bahan omongan siswa. Yuk, kita ulas satu persatu
Baperan
Baper alias bawa perasaan adalah sebutan bagi para guru yang mudah tersinggung oleh sikap siswa. Saat siswa melakukan kesalahan, guru langsung marah atau tersinggung dan hal tersebut memngaruhi pemberian nilai terhadap sikap siswa.
Sering marah di kelas
Marah bukan karena baper, namun, memang si guru selalu berkata dengan kalimat yang menyakitkan setiap masuk kelas atau bicara dengan nada tinggi.
Kebingungan akan sikap guru adalah hal yang pertama dirasakan oleh siswa, namun akhirnya kebiasaan tersebut menjadi bahan gunjingan yang empuk untuk para siswa.
Pelit nilai
Mata pelajaran yang sulit, cenderung membuat remaja memiliki stigma negatif terhadap proses pembelajarannya. Bagi guru, memberikan nilai harus hati-hati dan sesuai dengan kemampuan siswa. Namun, yang ditangkap oleh siswa pada akhirnya adalah, guru sangat sulit mmeberikan nilai yang bagus alias pelit nilai.
Raja dan ratu remedial
Materi pelajaran yang sulitdan struktur kurikulum yang padat membuat performa siswa tidak sepenuhnya maksimal.
Jika sudah demikian ada guru mata pelajaran yang sering memberikan kesempatan atau mengharuskan siswanya melakukan perbaikan nilai atau remedial.
Guru yang paling sering membuka kesempatan untuk remedial seringkali di label sebagai guru yang menyulitkan siswa mendapatkan nilai tinggi.
Sedangkan, remedial sebenarnya upaya guru untuk mengasah kemampuan siswa melalui perbaikan yang diberikan.
Sok gaul
Cara bicara guru yang mengikuti trend zaman now, namun kurang pas menempatkan bahasa dan penggunakaan kata sering dikatakan sebagai sikap yang sok gaul oleh siswa.
Guru terlihat ingin mengikuti gaya kekinian para remaja, namun karena perbedaan usia yang terentang jaug akhirnya terlihat tidak pantas dalam bersikap.
Sok eksis
Guru yang aktif di media sosial dan mengharuskan siswa menjadi follower instagram atau teman di facebook, seringkali membuat siswa merasa risih. Belum lagi komentar yang dilontarkan saat bertemu secara langsung atau menyebarkan foto siswa dari media sosialnya kepada guru lain adalah sikap yang pada akhirnya menjadikan guru tersebut sasaran gossip bagi sebagian besar siswa. tak hanya itu, siswa juga akhirnya menjauhi atau hanya bersikap manis dihadapan si guru.
Bersikaplah layak sebagai seorang guru tidak akan membuat Anda dijauhi oleh siswa. Sikap guru yang wajar, dan mampu mendekatkan diri dengan cara yang dewasa akan membuat Anda lebih dihargai dan jauh dari omongan miring.

