Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Benarkan Doppelganger adalah Pesan Kematian?

Oleh: Redaksi Bernas•4 Januari 2018
Benarkan Doppelganger adalah Pesan Kematian?
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Banyak orang yang percaya bahwa manusia memiliki kembaran dari dimensi lain Ada juga yang berkata bahwa jika manusia tersebut bertemu dengan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 4 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

Bernas.id – Banyak orang yang percaya bahwa manusia memiliki kembaran dari dimensi lain. Ada juga yang berkata bahwa jika manusia tersebut bertemu dengan kembarannya berarti dalam beberapa tahun lagi mereka akan mati. Mengenai kematian seorang manusia merupakan takdir dari tuhan, tetapi jika bertemu dengan kembarannya berbeda dimensi dalam suatu pantulan atau bertatap wajah secara langsung merupakan satu pesan kematian.

Taukah anda, hal tersebut dinamakan Doppelganger.

Doppelganger merupakan sebuah istilah dalam bahasa Jerman yang berarti doppel (ganda) dan Gaenger (perjalanan).

Dan jika digabungkan, maka memiliki pengertian sebuah pantulan dari seseorang yang terlihat nyata dan identik, dan muncul dalam waktu yang bersamaan.

Banyak kisah-kisah mengenai Doppelganger yang sudah populer.

Salah satunya adalah kisah Abraham Lincoln-mantan presiden Amerika Serikat, bertemu dengan Doppelganger-nya ketika dirinya duduk di kursi dan melihat bayangan dirinya di cermin yang memiliki dua wajah. Ia kemudian berdiri dan bayangan tersebut menghilang, kemudian ia duduk kembali dan bayangan tersebut muncul lagi. Prediksi mengatakan bahwa bayangan tersebut adalah sebuah pertanda bahwa dirinya akan dipilih kembali menjadi presiden yang kedua tetapi akan mati beberapa tahun setelahnya.

Dan ternyata prediksi tersebut benar.

Dikutip dari kaskus.co.id, pernah ada penelitian mengenai Doppelganger yaitu ketika Shahar Arzy dan beberapa rekannya dari University Hospital, Geneva, Switzerland, menstimulasi otak pasien dengan gelombang elektromanetik. Ia menstimulasi elektris pada bagian cabang otak temporoparietal sebelah kiri kepada seorang pasien wanita yang diminta berbaring. Si pasien merasakan kehadiran orang lain.

Kembaranya itu digambarkan si pasien memiliki tampilan lebih muda, tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan, tidak bergerak, dengan postur tubuh yang mirip dengan dirinya.

Orang itu berada tepat di belakangnya , bahkan hampir menyentuh dirinya!

Stimulasi elektris kedua diaplikasikan dengan tingkat intensitas yang lebih tinggi di mana posisi pasien tetap berbaring dengan tangan yang diikat.

Kali ini si pasien merasakan kehadiran seorang pria yang memegang tanganya erat-erat!

Terakhir, dalam posisi duduk, stimulasi elektris kembali dilakukan ketika si pasien diminta untuk menyelesaikan serangkaian tes bahasa dengan satu set kartu.

Si pasien merasakan kehadiran orang lain yang duduk di belakangnya dan meminta dirinya untuk tidak membaca!

Arzy menyimpulkan bahwa ketika bagian cabang temporoparietal terganggu maka sensasi kehadiran orang lain yang serupa dengan si penderita akan muncul.

Ia memaparkan bahwa fenomena doppelganger dapat dipicu oleh kelainan mental seperti schizophrenia, yang berkelanjutan dengan paranoia dan delusi.

Singkatnya, fenomena doppelganger mungkin disebabkan oleh adanya gangguan pada cabang temporoparietal di sebelah kiri.

Jadi bagaimana, Anda percaya bertemu dengan doppelganger merupakan sebuah pesan kematian?

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram