JAKARTA, Bernas.id – Program pembangunan sejuta rumah tahun 2018 ini akan dimulai dari nol lagi. Untuk itu diperlukan sinergi dan komunikasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Hal tersebut diperlukan, mengingat ambisi pembangunan dari pengembang cukup tinggi untuk merealisaskan program tersebut.
Menurut Sinema Daeli, selaku Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas), sejak pencangangan program sejuta rumah pada 2015, realisasi belum pernah sesuai target. Padahal pengembang banyak yang aktif mengikuti program ini utamanya di daerah.
Sayangnya, banyak kebijakan pusat baik dari sisi pemerintah atau perbankan yang belum sampai hingga dilaksanakan di daerah.
“Kami rutin mengevaluasi berjalannya program ini karena 2.400 anggota kami semua memiliki fokus untuk membangun hunian subsidi,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Ia mencontohkan dua isu yang masih terus memperlama proses pembangunan yakni dokumentasi dan perizinan.
Menurutnya, salah satu anggota Apernas bahkan pernah mengurus untuk penyelesaian kredit 300 unit konsumen, tetapi yang diberikan hanya 30 unit.
Terkendala dengan hal itu, waktu yang kian lama menunggu hasil dan tidak sesuai harapan hanya akan menambah bunga kredit kontruksi yang membengkak. Untuk itu, ke depan di berharap agar lembaga perbankan tidak mempersulit konsumen yang tidak memiliki masalah kredit.
Adapun permasalah perizinan pemerintah, Dirinya kembali mencontohkan, di Bengkulu pihaknya pernah mendapati surat Dinas Perumahan yang menolak saat pengajuan pembangunan proyek. Menurutnya, izin tersebut dilarang karena terbentur dengan proyek Dinas Perhubungan.
Namun, saat diajukan banding ke pemerintahan pusat, kebijakan yang menghalangi tersebut sudah dihapuskan dan izin pun keluar.
Sinema menilai hal-hal dari kelalaian penyesuaian pemerintah daerah dan pusat yang merugikan pengembang ini juga banyak terjadi di daerah lain seperti Merauke, Papua.
?Kami minta tahun depan PP 64/2016 sudah dapat direalisasikan seluruh daerah kota/kabupaten agar berjalannya program pembangunan sejuta rumah bisa lebih cepat dan efisien,” terangnya.
Sinema menuturkan, tahun depan Apernas juga memiliki target akan membangun hingga 30.000 unit atau naik dari realisasi 3.000 unit tahun ini.

