YOGYAKARTA, Bernas.id-Pemerintah menilai pasar tradisional menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi di daerah, karena melibatkan banyak masyarakat secara langsung.
Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, saat mengunjungi Pasar Pingit, Kota Yogyakarta yang baru saja direnovasi, Sabtu (30/12).
Menurut Enggar, bahwa Presiden Jokowi menargetkan 5.000 pasar dibangun, direvitalisasi dan direnovasi. Pasar Pingit menjadi salah satu pasar yang direnovasi oleh pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Pasar adalah denyut nadi ekonomi di daerah. Perdagangan akan nampak terlihat dari aktivitas pasar,” ujar Enggar,
Dirinya juga mengaku bahwa pihak pemerintah sedang menggalakkan masyarakat untuk kembali ke pasar yang menjadi denyut nadi perekonomian.
“Fisiknya (pasar) yang kita perbaiki.
Kemudian (pasar) direvitalisasi agar tak kalah bersaing dengan pasar modern,” tuturnya.
Enggar memastikan bahwa Pemerintah Pusat menargetkan tiap tahun akan ada 1.000 pasar direvitalisasi, dan hingga tahun 2017 baru ada 2.900 lebih pasar yang telah direnovasi dan direvitalisasi. Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya telah menyiapkan kredit khusus kepada para pedagang tradisional melalui bank.
“Kami masih menginventarisasi daerah mana yang bisa masuk (program kredit bank). Dengan demikian tingkat persaingan sama.
Biar masyarakat banyak pilihan dan kita mengangkat pasar tradisional,” jelasnya.

