Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Anak Nakal Itu Sebenarnya Pintar. Loh, Kok Bisa?

Oleh: Redaksi Bernas•29 Desember 2017
Anak Nakal Itu Sebenarnya Pintar. Loh, Kok Bisa?
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Bukan hal asing apabila ada orang tua yang menjuluki anaknya dengan sebutan anak nakal apabila tidak menurut atau bertingkah Benar saja menurut KBBI..."

🗓️ Dipublikasikan pada 29 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id – Bukan hal asing apabila ada orang tua yang  menjuluki anaknya dengan sebutan anak nakal apabila tidak menurut atau bertingkah. Benar saja, menurut KBBI nakal definisinya adalah suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dan sebagainya, terutama bagi anak-anak). Padahal, coba kita pelajari lagi tingkah polah anak yang kita sebut nakal ini, benarkah mereka sengaja tidak menurut karena dorongan negatif?

Biasanya anak tidak menurut atau mengganggu karena ada sebabnya, antara lain:

1.

Mencari perhatian

Apabila kita kerap sibuk atau asyik sendiri dengan pekerjaan, ngobrol dengan orang lain, dan sebagainya anak akan mencoba ?mengganggu? kita. Meski hanya dengan rengekan atau apa sajalah yang mereka pikir bisa mengalihkan perhatian kita pada mereka. Karena sejatinya anak hanya ingin diperhatikan, dijadikan pusat bukan sampingan.

Semakin kita tidak peka maka akan semakin hebat gangguan yang mereka ciptakan.

2. Belajar respon atau aksi-reaksi

Anak dengan fitrah belajarnya akan mencoba hal-hal baru untuk menguji respon orang lain. Misalnya, kakak mencubit adik, apakah adik akan menangis atau bagaimana?

Kakak memukul teman, apakah teman akan marah atau bagaimana?

3. Rasa ingin tahu besar

Hampir sama dengan poin nomor dua, anak dengan fitrah belajarnya selalu ingin tahu. Misalnya, bola kalau dilempar ke kaca akan bagaimana, ya?

Rambut kalau digunting jadi bagaimana ya? Genangan air kalau dilempar batu jadinya bagaimana ya? Dan berbagai macam hal lain yang mereka ingin ketahui.

4.

Menjajal keberanian

Terkadang anak akan menguji nyalinya sendiri dengan cara unik mereka. Misal: menaiki tangga tanpa pendampingan, main keluar rumah, menyeberang jalan sendiri, dan lainnya.

5. Kreatif

Ketika anak tidak menurut sejatinya ia sedang berusaha mencari tahu mengapa hal ini itu dilarang.

Ia seolah ingin membuktikan bahwa larangan itu semacam hal seru untuk diingkari. Misalnya, anak tidak boleh keluar dan pintu ditutup tetapi malah keluar lewat jendela.

Nah, benarkah anak yang kita sebut nakal tadi benar nakal? Ataukah saking pintarnya jadi kita kalah akal?

Alih-alih banyak melarang dengan kata jangan atau tidak boleh, terhadap anak yang ?nakal? sebaiknya difasilitasi dengan permainan yang menantang agar jiwa ?nakal?-nya tersalurkan.

Pastikan lima hal di atas tidak kita abaikan agar anak tidak nakal betulan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram