Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Menyusuri Jejak Bersejarah di Taman Arkeologi Kepulauan Seribu (Bagian 1)

Oleh: Redaksi Bernas•29 Desember 2017
Menyusuri Jejak Bersejarah di Taman Arkeologi Kepulauan Seribu (Bagian 1)
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Pesona alam Kepulauan Seribu memang unik Ada 110 pulau wisatawan dapat leluasa memilih destinasi favorit tergantung pada minat dan kesukaan masing..."

🗓️ Dipublikasikan pada 29 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

Bernas.id – Pesona alam Kepulauan Seribu memang unik. Ada 110 pulau, wisatawan dapat leluasa memilih destinasi favorit, tergantung pada minat dan kesukaan masing-masing. Misalnya saja bagi yang menyukai sejarah, bisa mendatangi pulau-pulau yang termasuk dalam Taman Arkeologi, yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust, Pulau Cipir (Pulau Khayangan) dan Pulau Bidadari.

Lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungan yang diperlukan bagi pengamanannya disebut ?situs?.

Pengertian tersebut sesuai dengan pasal 1 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Pulau Onrust beserta 3 pulau lainnya di Kepulauan Seribu adalah termasuk situs yang mengandung benda cagar budaya dari masa kolonial Belanda.

Cagar budaya tersebut perlu mendapat perlindungan dengan maksud agar kelestarian terjaga, dan pemanfaatannya berguna dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia.

Di Pulau Kelor Masih Berdiri Benteng Martello

Pulau Kelor dulunya sering disebut sebagai Pulau Kherkof.

Namun karena ukurannya termasuk kecil, hanya seluas 2 hektar saja maka masyarakat menyebutnya sebagai Pulau Kelor (untuk menggambarkan ukurannya yang seolah hanya selebar daun kelor).

Pulau Kelor termasuk istimewa karena menyimpan situs peninggalan bersejarah. Untuk menjangkaunya, bisa menyeberang dengan perahu dari Muara Kamal, hanya sekitar 20 menit saja.

Pulau Kelor memang kecil, namun menjadi bagian penting dari sejarah panjang kota Jakarta, yang dulunya bernama Batavia. Adalah Benteng Martello yang berdiri gagah menatap laut dari berbagai sisi, sudah terlihat bahkan dari kejauhan.

Sebenarnya ada 3 Benteng Martello di Kepulauan Seribu yaitu di Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Bidadari.

Namun hanya Benteng Martello di Pulau Kelor yang masih benar-benar utuh. Bahkan di Pulau Onrust hanya tersisa fondasinya saja.

Martello merupakan menara yang dibuat sengaja untuk tujuan militer.

Berbentuk lingkaran, dulunya dilengkapi dengan senjata yang bisa bermanuver 360 derajat untuk menembak musuh.

Konon, Benteng Martello di Pulau Kelor ini sama seperti Benteng Martello yang ada di Inggris.

Dikisahkan, benteng tersebut hancur karena terjangan tsunami akibat letusan Gunung Krakatau di tahun 1883.

?Pulau ini adalah pulau kuburan.

Kalau gundukan-gundukan tanah ini digali, banyak tengkorak di dalamnya,? ujar seorang pemandu wisata.

Ia menuturkan, banyak tahanan politik yang dihukum mati di Pulau Onrust atau di Pulau Cipir, lalu dikubur di Pulau Kelor.

Termasuk juga banyak masyarakat pribumi yang jatuh sakit dan mati di tempat ini.

Pulau Kelor berpasir putih dengan air laut yang jernih.

Karena tingginya abrasi, di sekitar pulau ini pun dipasang pilar-pilar pemecah ombak agar pulau lebih terjaga kelestariannya.

Karena kecantikannya, pasangan artis Atikah Hasiolan dan Rio Dewanto pernah menyelenggarakan resepsi pernikahan mereka di pulau ini.

Ada satu hal yang unik, pulau tak berpenghuni tersebut ternyata didiami oleh kucing-kucing liar. Selidik punya selidik, ternyata para pemancing yang biasa memancing di Pulau Kelor seringkali memberi ikan hasil tangkapan mereka untuk kucing-kucing tersebut.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram