Bernas.id – Memiliki anak yang senang membaca adalah dambaan orang tua. Karena dengan membaca, anak akan terbiasa dengan mencari informasi dan belajar. Namun, seringnya orang tua kesulitan untuk membuat anak mengerti arti kata-kata yang mereka baca dari buku.
Misal bagi anak kelas 3 SD akan sulit mengerti kata ?pendidikan? karena termasuk kata abstrak yang tidak terlihat. Tetapi mereka lebih paham dengan kata ?sekolah?
atau ?belajar?, karena nyata bisa terlihat dan dilakukan dalam keseharian.
Memperkaya pemahaman anak penting dilakukan sejak dini supaya di masa depan anak akan lebih mudah memahami isi teks yang lebih panjang dan lebih rumit.
Bagaimana caranya?
Membiasakan anak untuk menjabarkan arti kata akan sangat membantu anak cepat paham saat membaca. Misalkan, anak membaca materi PKN, tentang warga negara dan kewarganegaraan. Coba minta anak menjelaskan dengan kata-kata sendiri, bukan melihat dari buku, apa yang bisa ia jabarkan dari dua istilah tersebut.
Anak bisa menjelaskan bahwa warga negara adalah orang yang tinggal di sebuah negara, dan kewarganegaraan adalah status orang tersebut berkaitan dengan sebuah negara.
Orang tua bisa membantu anak mencarikan definisi dengan kalimat yang sederhana, sehingga anak bisa mencerna dan paham lebih mudah.
Menceritakan kembali isi teks yang dibacanya juga akan membantu anak cepat paham bacaan. Ada banyak bentuk yang bisa ditugaskan kepada anak untuk menceritakan kembali bacaan.
Bisa dengan merangkum, membuat catatan Mind Mapping, atau bahkan membuat drama dan dongeng yang berkaitan dengan teks yang dibacanya.
Inti dari kegiatan menceritakan kembali ini adalah anak dianjurkan untuk murni memakai kalimat yang dibuatnya sendiri. Bukan kalimat orang lain dan bukan pula dari iklan televisi.
Mendiskusikan isi teks, dengan membandingkan kelemahan dan kekuatannya dibanding teks yang lain, akan membuat anak berpikir kritis terhadap apa yang didapatnya.
Minta anak untuk menjelaskan arti istilah-istilah yang tidak dimengerti bisa, dengan melihat pada penggunaannya dalam kalimat.
Lihat di kiri dan kanan kata, dan mencoba menginterpretasikan artinya.
Di awal biasanya kesulitan karena tidak biasa, namun bila dibiasakan, akan melatih anak tegas menyampaikan pendapat dan teguh dalam pendiriannya.
Kemampuan memahami bacaan pun dipengaruhi oleh faktor perkembangan sosialisasi anak.
Biasanya anak yang peka dan memahami apa yang terjadi di lingkungannya, memiliki pemahaman bacaan yang lebih tinggi karena banyak melihat aplikasi dari konsep-konsep abstrak yang dibacanya.
Sering membaca buku atau menonton berita juga termasuk salah satu cara untuk memberikan model penggunaan kata-kata dalam kalimat.
Sehingga anak akan terbiasa memahami bacaan, tidak sekedar membaca tanpa makna.

