Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ini Indahnya Islam Mengajarkan Makna Toleransi

Oleh: Redaksi Bernas•11 Januari 2018
Ini Indahnya Islam Mengajarkan Makna Toleransi
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Islam telah mengajarkan makna toleransi dengan berbagai kondisi dalam Alquran Bahkan kepada orang non muslim sekalipun maka jangan heran apabila..."

🗓️ Dipublikasikan pada 11 Januari 2018.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

Bernas.id – Islam telah mengajarkan makna toleransi dengan berbagai kondisi dalam Alquran. Bahkan kepada orang non muslim sekalipun, maka jangan heran apabila kelompok minoritas yang hidup di Indonesia, dapat hidup dengan aman, tentram dan sentosa selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Apa sajakah ajaran Islam yang menunjukkan tingginya toleransi dalam bersikap?

  • Islam mengajarkan untuk memberi rasa aman

Rasulullah SAW bersabda

? Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman.?

Para sahabat bertanya, ? Siapakah mereka wahai Rasulullah??, ?Yaitu orang yang tidak memberikan rasa aman bagi tetangganya dari kejahatan dirinya.?(HR: Muslim, no: 2625).

Hadits di atas menunjukkan bahwa, pemberian rasa aman kepada orang terdekatnya dikatakan sebagai perwujudan dari keimanan. Dan dasar keimanan inilah yang menjadi penyebab orang Islam selalu memiliki alasan untuk memberikan keamanan kepada orang lain.

Pemberian rasa aman kepada orang lain yang diajarkan dalam Islam ini adalah pencapaian toleransi tingkat tinggi, karena pemberian rasa aman adalah perwujudan dari sikap menghormati dan menghargai orang lain.

 

  • Islam mengajarkan untuk berkata lemah lembut kepada non Muslim

Allah berfirman:

?

Pergilah kamu berdua kepada Fir?aun, sesungguhnya dia telah melampui batas, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.? (QS Thaaha: 43-44).

Allah SWT tidak langsung memberikan azab kepada Fir?aun, tetapi menyuruh Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mengingatkan sikap Fir?aun yang sudah melewati batas, dengan satu catatan, yaitu berbicara lemah lembut.

Bersikap lemah lembut ketika mengingatkan seseorang yang telah melewati batas adalah sikap yang menunjukkan toleransi yang sangat tinggi, karena upaya menasehati tersebut dilakukan tanpa mencela atau menghina.

 

  • Islam mengajarkan untuk saling memberi

Rasulullah SAW bersabda:

? Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian meremahkan sesuatu pun dari amal kebaikan. Jika ia tidak mempunyai sesuatu (untuk berbuat baik), hendaklah ia berwajah ceria terhadap saudaranya.

Apabila kamu membeli daging atau memasak makanan di atas periuk, maka perbanyaklah kuahnya dan berikanlah sebagiannya untuk tetanggamu (HR. Tirmidzi).

Toleransi yang diajarkan dalam Islam bukan hanya dalam hal menghormati dan menghargai, tetapi bahkan bertoleransi dengan saling memberi, bahkan ketika ia tidak mempunyai apa pun, ia masih disuruh untuk memberi, yaitu wajah ceria.

 

Masih banyak lagi ayat dalam Al-Qur?an dan hadits Rasulullah SAW yang berbicara tentang hidup bertoleransi dalam Islam.

Namun, dalam hal beragama sudah ada batasan yang jelas yaitu lakum dinukum waliyadin (QS. Al-Kafirun:6) ?bagimu agamamu dan bagiku agamaku.?

Maka, tidak ada yang namanya berbagi agama, karena tidak mungkin bertoleransilah dengan ikut dalam agamaku dan aku akan bertoleransi untuk ikut agamamu.

Hal ini tidaklah mungkin terjadi, karena sikap seperti ini tidak menunjukkan sikap menghormati ajaran agama.

Maka, aturan toleransi dalam Islam sangatlah indah dan untuk kedamaian di muka bumi. Bahkan aturan tersebut diperjelas dengan tidak mencampur adukkannya dengan mengikuti ajaran agama lain, karena dengan tidak mengikuti ajaran agama lain pun berarti menghormati ajaran tiap agama, dengan makna akhirnya adalah toleransi.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram