Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Islam dan Sejarah Pendidikan di Indonesia

Oleh: Redaksi Bernas•12 Desember 2017
Islam dan Sejarah Pendidikan di Indonesia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Pendidikan Islam di Indonesia merupakan subsistem dari sebuah sistem pendidikan nasional Peran penting pendidikan Islam sudah membumi sejak zaman..."

🗓️ Dipublikasikan pada 12 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

Bernas.id – Pendidikan Islam di Indonesia merupakan subsistem dari sebuah sistem pendidikan nasional. Peran penting pendidikan Islam sudah membumi sejak zaman penjajahan. Bahkan pendidikan Islam merupakan cikal bakal sistem pendidikan di Indonesia.

Pendidikan Islam di Indonesia mempunyai ciri khas dan karakteristik yang unik. Sehingga dari keunikan inilah pendidikan Islam di Indonesia dapat melalui beberapa fase.

Fase pertama, merupakan awal serta menncari bentuk pendidikan Islam. Fase kedua, munculnya dinamika pembaruan, yakni timbulnya perubahan-perubahan dalam bidang lembaga, kurikulum, metode, serta manajemen.

Fase ketiga, fase pembangunan pendidikan Islam diintegrasikan dengan sistem pendidikan nasional.

Namun ada juga dinamika pendidikan Islam yang dapat dilihat dari empat segi, pertama dinamika materi (bahan yang diajarkan), kedua dinamika administrasi dan manajemen, ketiga dinamika sistem dari nonklasikal menjadi klasikal, dan keempat dinamika metode pembelajaran.

Setelah melewati berbagi fase dan dinamika, pendidikan Islam tidak pernah padam eksistensinya oleh arus zaman globalisasi.

Dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia, pendidikan Islam dibagi menjadi tiga bagian yaitu, pertama pendidikan Islam sebagai lembaga, kedua pendidikan Islam sebagai mata pelajaran, ketiga pendidikan Islam sebagai nilai (value).

Untuk menyambut perkembangan zaman dalam pendidikan Islam terdapat tiga hal yang paling pokok dan menjadi pusat perhatian.

Pertama, masalah kurikulum yang senantiasa dievaluasi agar sesuai dengan kemajuan zaman, kualitas, dan pembaruan kelembagaan.

Ada dua jenis ilmu yang dikembangkan di kalangan umat Islam sejak awal pertumbuhan Islam yaitu pertama, ilmu-ilmu yang tergolong perennial knowledge dan acquired knowledge. kedua, ilmu itu memiliki landasan epistemologi yang berbeda. Dasarnya ada pada upaya manusia untuk memperolehnya.

Paradigma keilmuan baru yang menyatukan, bukan sekedar menggabungkan, wahyu Tuhan dan temuan pikiran manusia (ilmu-ilmu integralistik) tidak akan berakibat mengecilkan peran Tuhan (sekularisme) atau mengucilkan manusia sehingga teralienasi dari dirinya sendiri, dari masyarakat sekitar, dan lingkungan hidup sekitarnya.

Kajian-kajian tersebut menyangkut pesantren, sekolah, madrasah, dan pendidikan tinggi.

Keseimbangan pengetahuan ini menyatu dan tidak bisa dipisahkan, keberadaan pondok pesantren dan madrasah diniyah diakui atau tidak diakui menjadi salah satu faktor dominan perkembangan peradaban Islam di Indonesia.

Kebijakan sistem pendidikan nasional mendorong pendidikan Islam tidak hanya belajar agama.

Akan tetapi mencakup elemen penting integrasi ilmu dan nilai toleransi. Integrasi ilmu dan nilai toleransi sudah lama mengakar dalam pendidikan Islam.

Melalui madrasah dan sejumlah perguruan tinggi Islam yang terus berkembang, menjadi salah satu bentuk eksistensi pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional.

Sehingga langkah strategis ke depan, pendidikan Islam harus memperbaiki tindakan korektif-evaluatif dari berbagai paradigma keilmuan.

Sehingga pendidikan Islam dapat memberikan kontribusi berarti bagi agama, bangsa dan negara.

Selain itu pendidikan Islam juga harus mempunyai daya tawar baru untuk menyongsong masa depan pendidikan yang jauh lebih baik.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram