Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

Saat Anak Tidak Mau Masuk Sekolah, Apa yang Harus Dilakukan?

Oleh: Redaksi Bernas•10 Desember 2017
Saat Anak Tidak Mau Masuk Sekolah, Apa yang Harus Dilakukan?
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Tidak hanya dialami oleh pelajar sekolah dasar yang baru masuk sekolah saat ini sering anak minta untuk tidak pergi ke sekolah dengan berbagai alasan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id – Tidak hanya dialami oleh pelajar sekolah dasar yang baru masuk sekolah, saat ini sering anak minta untuk tidak pergi ke sekolah dengan berbagai alasan. Ada yang bilang malas, atau ada yang pura-pura sakit. Padahal, saat dicek kondisi kesehatannya tidak ada yang bermasalah.

Nah, sebagai orang tua yang bijak, langkah apa yang harus dilakukan saat anak bilang tidak mau sekolah?

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengecek ke guru kelas, apakah di hari itu ada tugas atau ulangan. Anak yang memiliki sifat over analisis, biasanya bila merasa tugasnya belum sempurna, atau belum belajar dengan baik, tetap menolak untuk masuk sekolah hingga ia siap. Nah, bila ini kasusnya, maka yang harus dilakukan adalah bicara dengan anak dan minta tetap masuk sekolah dengan ketidaksiapannya.

Sampaikan kepada anak dengan jelas bahwa tugas dan ulangan adalah tantangan dalam belajar dan harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan, apapun hasilnya.

Bila berkaitan dengan tugas, ajarkan anak untuk bernegosiasi dengan guru untuk meminta tambahan waktu bila memungkinkan.

Jika tidak, maka dengan segala resiko tetap masuk sekolah dengan hasil tugas yang sudah terkerjakan.

Bagaimana jika anak malas masuk sekolah karena gurunya galak?

Sering, anak yang sensitif merasa guru pelajaran tertentu galak saat menerangkan pelajaran.

Padahal, bisa jadi guru tersebut hanya bersikap tegas, dan anak merasa sering ditegur karena belum bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Ajak bicara dengan anak bahwa pada dasarnya semua guru pasti memiliki niat yang baik.

Sehingga, bila sering ditegur, coba gali bersama anak materi mana yang masih belum dikuasainya dengan melihat video Youtube atau website-website pembelajaran di internet.

Hal yang harus diwaspadai adalah bila anak tidak mau masuk sekolah karena kasus perundungan atau bullying. Trauma yang dirasakan biasanya membuat anak tidak  mau bertemu dengan teman-temannya. Saat anak menjadi korban ataupun sebagai pelaku bullying, maka sebagai orang tua yang bijak harus selalu berpikir positif dan tidak langsung berprasangka.

Menyalahkan pihak lain tidak akan menyelesaikan masalah. Jalin komunikasi yang terbuka dan kooperatif, baik dengan anak. teman-temannya, sesama orang tua siswa lainnya dan guru hingga kepala sekolah. 

Bagaimana bila anak bilang sekolah tidak menyenangkan? Nah, hal ini biasanya dialami oleh anak yang duduk di kelas 4 SD di awal semester, karena tiba-tiba harus banyak belajar.

Transisi dari kelas 3 materi integrasi dan banyak bermain, beranjak ke kelas 4 yang materi cukup padat dan banyak hafalan.

Sehingga, anak merasa pelajaran di sekolah sudah tidak lagi menyenangkan. Sebagai orang tua yang bijak, tetap berpikiran positif.

Buka keran komunikasi dengan anak dan gali di materi apa anak merasa tidak bisa dan mana yang harus dibantu.

Nah, semoga dengan ini, anak menjadi semangat kembali ke sekolah karena merasa yakin akan ada yang membantunya. Hindari mengatakan anak dengan sebutan-sebutan buruk, seperti anak malas, nakal, dan sebagainya. Bagaimanapun, setiap anak memiliki proses yang berbeda saat menghadapi tantangan-tantangan hidup di luar rumah.

Lebih baik membuka keran komunikasi dan tetap memberikan kesempatan kepada anak untuk memperbaiki diri.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram