Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Tips Ini Buat Kamu yang Merasa Tidak Enak Ketika Menolak Permintaan Teman

Oleh: Redaksi Bernas•1 Desember 2017
Tips Ini Buat Kamu yang Merasa Tidak Enak Ketika Menolak Permintaan Teman
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Pernah merasa enggak enakkan ketika kita dimintai tolong teman Rasanya itu seperti makan buah simalakama Kita sering sekali berusaha menutupi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 1 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

Bernas.id – Pernah merasa ?enggak-enakkan? ketika kita dimintai tolong teman? Rasanya itu seperti makan buah simalakama. Kita sering sekali berusaha menutupi ketidakenakkan kepada teman atau orang yang kita sayangi dengan cara menyiksa dan menyakitkan.

Seperti ketika teman kita mau meminjam uang tapi di dompet hanya ada ?uang panas?.

Uang untuk membayar kewajiban-kewajiban bulanan. Dan karena ketidakenakkan hati kepada teman, pilihan kemudian jatuh kepada meminjamkan uang tersebut.

Alhasil, kita sendiri akhirnya kelimpungan untuk mencari kerja tambahan sementara si teman berleha-leha dengan uang kita.

Kata ?tidak? atau ?jangan? seakan menjadi kata yang sulit untuk diucapkan akibat sikap ketidakenakkan hati.

Buat teman-teman yang sering enggak-enakkan, berikut adalah tips terapi madiri yang mudah dilakukan oleh Fuad Hasan, Ch M. 

?

Perhatikan track record dari teman yang ingin mendekati kita. Bila track record tidak baik, maka tegaslah untuk berkata ?tidak? pada mereka.

? Belajar jujur tanpa menyakiti orang yang mendekati kita.

Jadi sebelum mengatakan ?tidak?, tunjukkan terlebih dahulu respect kita pada permintaan mereka. setelah itu tolaklah dengan alasan yang masuk akal dan segera akhiri dengan minta maaf.

? Tak perlu merasa bersalah ketika menolak teman. Belajar jujur dengan menjelaskan dasar penolakan kita dapat mengurangi beban rasa bersalah hingga 50% .

?

Perbanyak kegiatan untuk melatih kepekaan dan ketepatan dalam menentukan skala prioritas kehidupan kita.

Menyibukkan diri pada banyak kegiatan akan melatih diri untuk selektif memilih sosok teman yang layak kita pertahankan.

Hukum alam akan berlaku ketika sosok baik akan menarik kepada hal yang baik, sedangkan sosok yang buruk akan memisahkan diri dari hal yang baik.

?

Ketika kita tidak kuasa menolak sesuatu yang tidak baik, cobalah pelan-pelan belajar meyakinkan diri bahwa dalam sesuatu yang tidak baik tetap ada hikmahnya.

? Belajar untuk sesegera mungkin mengambil keputusan dengan bersikap tegas.

? Kurangi kebiasaan meminta maaf yang tidak perlu.

Meminta maaf terlebih dahulu mungkin adalah sifat ksatria, tapi meminta maaf terus menerus tanpa peduli siapa yang salah belum tentu sifat ksatria sejati.

Setiap saat meminta maaf sama dengan kita terihat lemah dan tidak menghargai diri sendiri.

? Bahagiakan diri kita sendiri.

Kerapkali kita merasa tidak enak manakala menolak ajakan teman yang terkadang menyesatkan dan tidak bermanfaat. Alih-alih takut mengecewakan teman, kita menjadi tidak bahagia.

Padahal yang bisa membahagiakan kita adalah diri sendiri. berkata oke pada segala hal mungkin tak selamanya baik.

Berkata tidak pun tidak lantas membuat kita terlihat jahat.

Belajar mengenal diri sendiri kemudian belajar mengetahui apa yang diinginkan diri ini dan berlatih membaca signal yang dikirimkan Tuhan untuk kebaikan kita, berarti belajar mensyukuri betapa Tuhan telah menciptakan diri ini sempurna.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram