Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Persaingan Kerja di Era Knowledge Economy: Bekal Gelar Tidak Cukup, Harus Berani Ide dan Inovatif

Oleh: Redaksi Bernas•1 Desember 2017
Persaingan Kerja di Era Knowledge Economy: Bekal Gelar Tidak Cukup, Harus Berani Ide dan Inovatif
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Singkat kata abad 21 yang diwarnai oleh informasi dan pengetahuan membuat ekonomi secara perlahan menuju knowledge economy atau ekonomi berbasis..."

🗓️ Dipublikasikan pada 1 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

Bernas.id – Singkat kata, abad 21 yang diwarnai oleh informasi dan pengetahuan, membuat ekonomi secara perlahan menuju knowledge economy atau ekonomi berbasis pengetahuan. Yang artinya, bukan berarti menuntut manusia untuk banyak memiliki gelar, namun memiliki kemampuan untuk menganalisa, mengasimilasi, dan menghubungkan berbagai informasi dan pengetahuan yang dimilikinya hingga bisa menjadi sesuatu yang baru. Lalu, bagaimana dengan persaingan di dunia kerja?

Kriteria apakah yang diperlukan bila ingin tetap eksis meniti karir di masa depan?

Di era ekonomi berbasis pengetahuan ini, yang dibutuhkan dari seorang pekerja adalah kemampuan berpikir dan menganalisa permasalahan. Hal ini mengingat hampir separuh pekerjaan terancam mengalami automasi dan manusia tergantikan oleh mesin. Seperti yang terjadi di penataan jalan tol yang baru saja mengganti semua petugas pelayanan pintu tol dengan mesin e-tol.

Kemampuan berpikir dan menganalisa permasalahan bisa dibiasakan dan ditingkatkan dengan mengubah rutinitas pekerjaan.

Pemahaman tentang pekerjaan di era ekonomi berbasis pengetahuan ini telah bergeser dari sekedar sebuah jabatan dengan deskripsi pekerjaan, menuju ke sebuah tempat yang memberikan cerita dan menciptakan pola pikir bagi pekerjanya. Bahwa pekerjaan adalah diri sejati manusia yang sedang melakukan sesuatu yang bermakna bagi dirinya dan dunia. Pola dan kecepatan berpikir cepat mencari solusi sangat penting di ekonomi berbasis pengetahuan.

Hal ini dikarenakan di pekerjaan nantinya, manusia dituntut untuk menguras pikiran dan ide kreatifnya. Manusia diminta untuk selalu mengeluarkan ide-ide baru yang tidak terpikirkan oleh orang lain.

Siklus produk baru menjadi semakin pendek di abad ke-21 ini. Sehingga, ekonomi berbasis pengetahuan menuntut manusia untuk selalu bisa memunculkan inovasi produk-produk baru, terutama teknologi massal.

Tidak hanya teknologi komunikasi dan sistem informasi, pengetahuan tentang teknologi pangan juga penting untuk memenuhi permintaan pangan di dunia.

Paradigma bahwa belajar cukup di sekolah hingga mencapai gelar tidak lagi berlaku di knowledge economy. Manusia dituntut untuk selalu kembali belajar hal-hal baru selama bekerja sehingga dapat mempertahankan karirnya di abad ke-21 ini. Manusia harus secara berkelanjutan dan berkesinambungan belajar, baik di sekolah formal maupun pendidikan non-formal, dan mengaplikasikan ilmu baru untuk membuat teknologi baru yang menciptakan pundi ekonomi baru bagi kesejahteraan manusia.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram