Bernas.id – Saat Anda mendengar kata CLBK, apa yang ada dibenak Anda? Cinta Lama Bersemi Kembali? Tapi, bagaimana jika kepanjangannya menjadi Cerita Lama Bersemi Kembali.
Lo? Apa maksudnya?
Sering kali kita terjebak pada masa lalu, saat kita masih lebih muda dari usia kita saat ini. Teringat di masa lalu kita adalah orang yang supel, pandai bergaul, fashionable, dan sebagainya.
Lalu, saat ini kita telah mengubah diri menjadi versi yang jauh lebih baik. Misal, dulu kita memakai rok pendek. Atau pada era 80-an dan 90-an trend sekali pakaian dikeluarkan dengan lengan baju dilipat.
Lalu saat ini, kita tentunya sudah melewati masa itu. Mungkin saat ini kita sudah lebih sopan dalam berbusana, cara bergaul pun sudah berubah.
Namun, bagaimana kita mengajarkan anak-anak kita yang mungkin masih ABG alias Anak Baru Gede untuk berbusana?
Apakah kita mengizinkan mereka berbusana layaknya kita dulu?
Jika dulu memang menjadi tren, dan saat ini hal tersebut berkembang kembali, apakah kita akan mendukung “youngsters” melakukan hal yang sama dengan kita dulu?
Kadang kita sulit menolak sesuatu yang mirip dengan yang kita lakukan di masa lalu. Apalagi dalam pandangan kita hal tersebut terlihat keren. Apa yang menyebabkan kita bersikap demikian?
Bisa jadi, kita masih terobsesi bahwa hal tersebut memang keren.
Namun, kadang kita lupa, setiap zaman memiliki tren masing-masing. Walaupun mirip, mungkin kurang pantas dilakukan.
Kadang kita berambisi bahwa anak-anak kita harus juga sekeren kita dulu. Sedangkan jelas, bahwa sebagai orang yang lebih dewasa, kita perlu membesarkan mereka sesuai zamannya.
Sesuatu yang telah tertinggal dulu, jangan lagi kita terapkan pada anak-anak kita.
Ada juga cerita lama muncul dari obsesi cita-cita. Misal, dulu kita ingin sekali menjadi dokter. Karena cita-cita tersebut tidak tercapai, saat kita memiliki anak yang sudah menginjak usia remaja, kita mengarahkan mereka pada cita-cita tersebut.
Sedangkan, anak-anak punya masa depannya sendiri.
Cerita lama tentang kesuksesan, obsesi dan ambisi seringkali mewarnai pola asuh, bahkan sudut pandang kita terhadap sesuatu. Kadang kita lupa bahwa zaman berganti dan norma berkembang selaras dengan zamannya. Lingkungan kita dulu dan sekarang sangat berbeda.
Perkembangan teknologi, pemahaman masyarakat mengenai norma pun terus berkembang. Seyogyanya kita hidup pun mengikuti zamannya.
Sehingga kita tak bergesekan keras dengan norma dan lingkungan serta cita-cita masa depan.

