Bernas.id – Berbicara tentang jodoh seolah tak pernah habis bahasannya. Bagi single, pertanyaan tentang, ?Siapa ya nanti jodohku? Seperti apa ya wajahnya?
Bagaimana karakternya?? Pasti selalu terngiang di pikiran.
Terus nih, ketika melihat seseorang yang subhanallah rupanya menawan, lesung pipi memesona, cerdas otaknya, kaya namun sederhana, penghafal Alquran, baik tutur dan perbuatannya.
Greget hati langsung berkata, ?Akankah aku mendapatkan jodoh yang seperti itu? Ya Allah. Berikan hamba sosok pasangan seperti itu.?
Ngaku deh!
Ya iyalah. Siapa sih yang akan menolak jodoh yang dunia dan akhiratnya keren. Fisik hati dan batinnya oke.
Tidak ada. Hanya orang setengah waras saja yang akan mengatakan, ?Tidak. Dia tidak mungkin bisa denganku karena dia terlalu sempurna.?
Aneh kan? Sudah disajikan paket komplit, malah minta paket biasa. Halo?
Jangan mendahului takdir, deh. Kalau tidak ada usaha, memang tidak mungkin bisa. Bagaimana mau kenal, kalau minder nomor satu?
Bagaimana mau tahu, kalau mencoba saja tidak mau?
Jodoh itu unik. Maunya nyari yang jauh agar bisa mudik. Eh, ketemunya ternyata tetangga sendiri.
Ada lagi yang nyari dekat saja, alasannya sederhana karena tidak mau jauh dari orangtua. Eh, dapatnya malah antar kota, antar pulau, bahkan ada yang antar negara.
Terkadang, ada yang ngebet banget mendapatkan si dia, lah kok si jodoh malah temannya si dia, yang diam-diam memang sering berdoa untuknya.
Bermacam-macam cerita tentang cara jodoh datang.
Jodoh itu ibarat mengisi teka-teki silang. Jawabannya sudah ada, namun kita harus mencarinya. Jodoh pun demikian.
Allah sudah mempersiapkan orang-orang terbaik yang akan mendampingi si single yang terus berusaha menjadi baik. Tapi, tak jarang masih ada kekhawatiran.
Yang sudah dipertemukan saja masih galau dengan pilihannya.
Apalagi yang masih meraba siapa jodohnya? Umurnya sudah harus menikah tapi jodoh belum juga datang. Hingga pertanyaan, ?Apakah masih ada jodoh untukku??
Jangan khawatir.
Jodoh kamu adalah cerminan diri kamu, kok. Kalau mau jodoh sholehah ya harus menyolehkan diri dulu. Kalau mau jodoh yang sempurna, sempurnakan dirinya dulu.
Kalau mau jodoh yang mengutamakan Allah Swt. maka utamakan Allah Swt. agar dapat jodoh yang setipe. Jangan sampai, maunya minta jodoh yang baik semuanya, tapi dirinya sendiri ogah-ogahan memperbaiki diri.

