Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Capaian Program Sejuta Rumah Dinilai Cukup Baik, Meski Target Belum Terpenuhi

Oleh: Redaksi Bernas•27 November 2017
Capaian Program Sejuta Rumah Dinilai Cukup Baik, Meski Target Belum Terpenuhi
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Program pemerintah dalam mewujudkan sejuta rumah untuk masyarakat dinilai cukup baik. Meskipun capaian dari program tersebut masih jauh dari target..."

🗓️ Dipublikasikan pada 27 November 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

JAKARTA, Bernas.id – Program pemerintah dalam mewujudkan sejuta rumah untuk masyarakat dinilai cukup baik. Meskipun capaian dari program tersebut masih jauh dari target, namun pemerintah sudah merealisasikannya.

Hingga kini pemerintah telah membangun sebanyak 686.694 unit dari target program sejuta rumah dalam setahun.

Menurut Eddy Ganefo, selaku Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), capaian tersebut sudah cukup bagus.

“600.000 itu sudah cukup bagus lah, di saat kondisi saat ini. Tapi kalau (dibandingkan) dengan target sejuta rumah, memang masih jauh ya,” ungkapnya, Senin (27/11/2017).

Lebih lanjut Eddy mengatakan, kendati saat ini kondisi perekonomian global mulai berangsur-angsur membaik, namun hal itu tidak akan serta merta berdampak terhadap perekonomian Indonesia secara langsung.

Terlebih, terhadap kemampuan masyarakat dalam membeli rumah.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dari jumlah rumah yang telah dibangun, 563.178 unit di antaranya merupakan rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara sisanya sebanyak 123.516 unit diperuntukkan bagi non-MBR.

?Belum, bukan tidak akan, tapi belum. Mungkin setelah setahun akan berpengaruh ya setelah perbaikan ekonomi,” tambahnya.

Meski demikian, ia menyarankan pemerintah dapat menjaga kemampuan daya beli masyarakat dalam membeli hunian.

Apalagi tahun depan saat dua pesta politik penting dihelat, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 serentak dan Pemilu Presiden 2019.

Menurut dia, stabilitas poltitik dalam negeri cukup berpengharuh terhadap stabilitas perekonomian Tanah Air.

Hal itu juga sejalan dengan kemampuan daya beli serta keinginan masyarakat dalam membelanjakan uang mereka ke sektor properti. Terutama, masyarakat yang hendak membeli hunian komersial.

“Politik kan pengaruhnya ke perekonomian. Kalau MBR sih masih santai-santai saja, naik kenceng enggak, turun juga enggak, seperti ini saja,” tutup Eddy.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram