Bernas.id ? Krisis domestik yang tengah melilit Pakistan akhirnya menunjukkan perkembangan terbaru. Menteri Hukum Pakistan Zahid Hamid resmi mengundurkan diri pada hari Senin (27/11/2017) waktu setempat.
Mundurnya Hamid terjadi akibat tekanan para demonstran yang sudah memblokir jalanan di sekitar ibukota Islamabad sejak tanggal 8 November. Mereka menuduh Hamid melakukan penistaan agama karena mengubah teks sumpah anggota parlemen yang berkaitan dengan agama.
Akibat gencarnya tekanan dari golongan ulama dan konservatif, pemerintah Pakistan terpaksa membatalkan revisi sumpah anggota parlemen tersebut.
Namun para demonstran sudah terlanjur kehilangan kepercayaan pada Hamid. Mereka tetap melanjutkan aksi protes dan menolak untuk berhenti sebelum Hamid mengundurkan diri.
Puncak dari demonstrasi tersebut terjadi pada hari Sabtu lalu. Polisi anti huru hara mencoba membubarkan paksa demonstran dengan menyemprotkan gas air mata.
Para demonstran tidak mau kalah dan balik melawan dengan bersenjatakan batu serta tongkat.
Selama demonstrasi menuntut turunnya Hamid berlangsung, sebanyak 5 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 217 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar dari korban luka tersebut berasal dari kubu polisi.
Pasca beredarnya kabar kalau Hamid sudah resmi mengundurkan diri, perwakilan pemerintah Pakistan dan demonstran menandatangani kesepakatan khusus. Para demonstran yang ditangkap akan segera dibebaskan dalam kurun waktu selambat-lambatnya dalam kurun waktu 3 hari.
Pemerintah Pakistan juga berjanji akan menanggung semua biaya kerusakan material.
Sebagai bagian dari kesepakatan tadi, para demonstran di Islamabad dan kota-kota lainnya diminta untuk segera membubarkan diri. ?Dengan jaminan Kepala Staf Tentara, kami menghentikan aksi protes,? kata ulama Khadim Hussain Rizvi di hadapan 2.500 orang demonstran seperti yang dikutip oleh Al Jazeera.

