Bernas.id ? Era kemajuan teknologi yang meroket tinggi membuat berbagai kalangan bergerak cepat untuk mengikuti. Ada yang dengan mudah beradaptasi, tapi tidak jarang pula yang masih gaptek teknologi.
Kemajuan informasi berjalan beriringan dengan canggihnya teknologi, salah satunya alat komunikasi.
Smartphone bukan lagi kebutuhan sekunder, ia menjelma menjadi benda yang sangat dibutuhkan. Ada di berbagai kalangan, sekali pun di kalangan menengah bawah.
Alat komunikasi tersebut menjadi kebutuhan pokok di era millenial ini.
Zaman yang menawarkan berbagai kemudahan dan kecanggihan untuk melakukan banyak hal.
Termasuk untuk pendidikan anak-anak, belajar mata pelajaran apa saja pun dapat dilakukan menggunakan smartphone.
Meskipun tidak sedikit yang berpendapat dampak negatif dari smartphone bagi anak-anak, tetapi tidak sedikit pula yang berasumsi anak akan lebih pintar jika diberikan gadget.
Sebagai kaum dewasa, tentunya lebih berhak menentukan anak-anak kita akan diberikan smartphone atau tidak.
Ada pula orang tua yang masih mentolerir anak-anaknya dalam penggunaan smartphone, boleh bermain HP ketika selesai mengerjakan tugas sekolah atau aturan-aturan lainnya.
Bahkan ada orang tua yang sama sekali tidak memberikan smartphone di usia anaknya yang masih di bawah lima tahun.
Sebetulnya masing-masing orang tua memahami apa yang terbaik untuk anak-anaknya.
Termasuk dalam mengatasi kondisi terkini yang memang sangat dekat dengan smartphone.
Menurut psikolog Anna Surti Ariani, smartphone juga memiliki efek positif bagi anak.
Misalnya internet, surat elektronik, pesan teks, kamera, dan semua hal yang bisa mempermudah komunikasi antara anak terhadap orang di sekitarnya.
Ingin menjadi orang tua yang bijak dalam mengatasi persoalan smartphone bagi anak-anak Anda?
Jika iya jangan jauhkan anak-anak Anda dari smartphone, kenapa? Dua alasan ini layak dipertimbangkan bagi Anda orang tua masa kini.
Pendidikan Murah
Beragam aplikasi edukatif dapat menunjang pembelajaran anak-anak, seperti aplikasi menebak warna dapat melatih kemampuan anak dalam mengenali jenis-jenis warna di sekitarnya. Selain itu, smartphone dapat melatih kemampuan berbahasa asing bagi anak-anak karena biasanya aplikasi ataupun program yang terdapat di smartphone menggunakan bahasa asing.
Tidak hanya itu, smartphone pun memiliki aplikasi belajar menulis dan membaca bahasa Arab, misalnya.
Sementara itu, kebanyakan aplikasi-aplikasi tersebut gratis sehingga pembelajaran yang diperoleh anak tanpa mengganggu isi dompet orang tua.
Kalau pun berbayar itu pun masih tergolong murah.
Meningkatkan Motivasi
Motivasi belajar anak akan bertambah jika menggunakan smartphone.
Hal itu karena sistem pembelajaran yang terdapat dalam aplikasi-aplikasi tersebut berbentuk audio dan visual. Berbeda jika hanya belajar dengan cara konvensional, motivasi belajar anak tidak bertahan lebih lama dibandingkan pembelajaran menggunakan metode audio dan visual.
Demikian dua alasan agar Anda mempertimbangkan kembali jika ingin menjauhkan anak-anak dari smartphone dengan alasan anak-anak akan menjadi sedikit bergerak. Sebagai orang tua bijak kita dapat menyeimbangkan dampak negatif smartphone dengan dampak positifnya. Jika anak-anak memang tidak dapat dijauhkan dari penggunaan smartphone, bisa dilakukan dengan membatasi penggunaannya agar dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

