Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Beberapa Tahun Ke Depan, Pengembang Ini Berencana Bangun 40 Hotel Baru

Oleh: Redaksi Bernas•12 November 2017
Beberapa Tahun Ke Depan, Pengembang Ini Berencana Bangun 40 Hotel Baru
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bisnis properti masih terus akan berkembang di Indonesia. Perkembangannya pun terus melesat beberapa tahun terakhir. Pengembang reklamasi Pantai Mutiara, Jakart..."

🗓️ Dipublikasikan pada 12 November 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

MALANG, Bernas.id – Bisnis properti masih terus akan berkembang di Indonesia. Perkembangannya pun terus melesat beberapa tahun terakhir. Pengembang reklamasi Pantai Mutiara, Jakarta Utara, yakni PT Intiland Development Tbk, berencana membuka 40 hotel baru dalam kurun beberapa tahun ke depan.

Rencananya, pengembangan hotel baru akan digarap anak usahanya, PT Intiwhiz International, yang saat ini telah memiliki 21 hotel mulai dari bintang dua sampai empat.

“Sebagian sedang dalam proses perizinan,” ungkap Moedjianti S Tjahjono, selaku Presiden Direktur Intiwhiz Hospitality Management, usai peresmian Whiz Prime Hotel Basuki Rahmat Malang, Sabtu (11/11/2017).

Dari 21 hotel dengan merek Whiz yang telah beroperasi, enam diantaranya merupakan hotel bintang dua, sepuluh hotel bintang tiga, empat hotel bintang empat.

Sementara satu sisanya menggunakan brand lain yakni Swift In.

Pada akhir tahun ini, dua hotel baru akan kembali dibuka yakni di Padang dan Bromo. Untuk di Bromo, hotel yang dikembangkan lebih khusus yakni kapsul hotel.

“Tahun depan ada empat hotel baru, di Bekasi, Karawang, Bandung dan Manado,” paparnya.

Lebih lanjut Moedjianto mengatakan, dalam setiap pengembangan, investasi yang dibutuhkan untuk hotel bintang dua yakni berkisar antara Rp 38 miliar sampai Rp 40 miliar. Sementara untuk hotel bintang tiga berkisar Rp 45 miliar dan Rp 65 miliar sampai Rp 70 miliar untuk hotel bintang empat.

Meskipun kondisi perekonomian saat ini dianggap  tidak cukup baik, Moedjianto menjelaskan, tingkat hunian hotel secara keseluruhan masih cukup baik yakni di kisaran 75 persen.

Bahkan, tingkat okupansi hotel di Yogyakarta diklaim mencapai 89 persen.

“Memang ada yang kurang baik seperti di Balikpapan hanya 65 persen. Tapi itu karena bisnis tambang di sana sempat turun. Sejak pertengahan tahun sudah pick up lagi,” tutupnya.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram