Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Sang Legenda Lagu Campursari Jawa, Manthous

Oleh: Redaksi Bernas•10 November 2017
Sang Legenda Lagu Campursari Jawa, Manthous
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Manthous atau yang memiliki nama asli Anto Soegiyartono adalah seorang tokoh sekaligus penemu musik campursari Musik tradisional yang sering kita..."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 November 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

Bernas.id – Manthous atau yang memiliki nama asli Anto Soegiyartono adalah seorang tokoh sekaligus penemu musik campursari. Musik tradisional yang sering kita dengar waktu kita kecil. Dan sekarang pun masih dinyanyikan ketika ada hajatan pernikahan.

Bapak Manthous lahir di Playen, Gunung Kidul pada tanggal 10 April 1950. Hidup dengan memperjuangkan musik asli Indonesia. Bapak Manthous ini banyak menciptakan lagu-lagu unik yang indah diperdengarkan.

Memadukan perpaduan yang pas, musik asli Jawa dan musik modern di zaman itu.

Namun sayang perjuangannya harus berakhir ketika dia harus menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 9 Maret 2012. Pergi untuk selama-lamanya pada umur 61 tahun.

Berbagai karya telah ia torehkan dalam musik campursari temuannya ini.

Membuat kita tahu bagaimana indahnya kehidupan di zaman dulu. Kehidupan orang-orang zaman dulu. Pengambaran indah pedesaan yang masih asri.

Dan nuansa tradisional jawa yang kental di dalamnya.

Di antara lagu yang ia ciptakan adalah lagu yang berjudul “wuyung”. Lagunya orang kasmaran di zaman dulu. Menceritakan seseorang yang jatuh cinta dengan seseorang pada zaman itu.

Tak bisa menyatakan cintanya karena jarak yang jauh. Tentu saja di zaman dulu belum ada kendaraan cepat seperti sekarang. Seseorang harus menempuh perjalanan jauh dengan sepeda biasa.

Bahkan telepon pun juga masih belum ada. Bisa dibayangkan bagaimana sedihnya orang jatuh cinta saat itu. Ada juga lagu yang paling terkenal yaitu gethuk.

Sebuah lagu menceritakan tentang orang yang sedang jatuh cinta juga.

Namun uniknya lagu ini dipantunkan dengan makanan tradisional jawa, gethuk.

Saat ini mungkin sudah sangat asing diperdengarkan lagu-lagu campursari semacam ini. Lagu yang justru penuh dengan kesenian-kesenian asli jawa yang harus dilestarikan. Lagu yang mengingatkan kita bagaimana indahnya hidup di zaman dulu.

Bagaimana orang jatuh cinta di zaman dulu. Dan nuansa asli jawa yang penuh penggambaran dalam setiap lagunya. Lagam-lagam jawa yang patutnya tak boleh hilang ditelan kemajuan zaman begitu saja.

Dialah “Manthous” sang pejuang dan legenda lagu campursari Jawa.

Tag:#tokoh#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram