Bernas.id ? Meksiko adalah negara Amerika yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. Namun di kota kecil bernama Chiapas ini, Islam justru merupakan agama yang memiliki pondasi kuat. Wanita berjilbab dan pria berkopiah menjadi pemandangan yang sangat mudah dijumpai kota yang terletak di Meksiko selatan tersebut.
Menurut pengakuan warga lokal seperti yang dikutip oleh The Independent, penduduk asli Chiapas mulai beramai-ramai memeluk Islam sejak tahun 1980-an.
Kebetulan di periode yang sama, pamor institusi gereja tengah mengalami penurunan di Chiapas. Sekarang ada setidaknya 400 penganut Islam di kota dataran tinggi tersebut.
Hidup sebagai golongan minoritas acap kali tidak mudah. Hal itu pulalah yang dialami oleh komunitas Muslim Chiapas.
Tidak sedikit warga Meksiko lainnya yang memandang mereka dengan penuh kecurigaan karena adanya stigma jika penganut Islam pasti mendukung aksi teror.
?Orang-orang melihat kami dengan aneh saat kami berpindah agama. Mereka mengira kami teroris dan mereka takut pada kami,? kata warga lokal penganut Ahmadiyah yang bernama Mustafa. ?Namun seiring berjalannya waktu dan dengan tindakan kami sendiri, opini tersebut sudah berubah.?
Warga Muslim Chiapas juga diperlihatkan memiliki sikap yang toleran terhadap pihak yang tidak seagama dengan mereka. Menurut kesaksian wartawan The Independent yang bertamu ke rumah Mohamed Amin, ia sempat ditanya apakah dirinya percaya kepada Allah.
Ketika sang wartawan menjawab tidak, Amin terlihat tidak mempermasalahkannya dan tetap bersikap hangat kepada wartawan tadi.
Amin kemudian menjelaskan bahwa alasan mengapa ia tertarik untuk menganut agama Islam adalah karena Islam mengajarkan kebersihan. ?Saya suka menjaga diri agar tetap bersih dan mengganti pakaian. Ini adalah agama yang bersih dan itulah yang awalnya memikat saya,? kata pria berusia 55 tahun tersebut.

