Bernas.id – Sekarang kita sudah memasuki musim hujan lagi. Betapa senangnya karena suasana hujan selalu mampu menyeret kita ke arah kenangan indah yang pernah kita lakukan dulu bersama yang tercinta. Namun bagi sebagian orang musim hujan adalah momok yang menyeramkan.
Karena ketika hujan datang itu artinya bencana alam seperti banjir seakan-akan menjadi kegiatan rutin yang akan menjadi tamu tak diundang.
Terutama bagi yang tinggalnya di sekitar kali. Namun selain membawa bencana, ternyata hujan memberikan kita banyak pelajaran loh, ini dia beberapa di antaranya :
1.
Hujan mengajarkan tentang kesabaran
Hujan mengajarkan kita tentang kesabarannya. Ketika dia datang dia akan dicaci maki, tapi ketika ia tak ada orang-orang akan merindukannya. Begitupun dengan kita ketika kita sudah berbuat baik pasti ada saja orang yang akan mengkritik.
Tapi belajarlah dari hujan ia tidak perduli akan cacian serta makian orang yang membencinya.
Selama tugasnya untuk menyuburkan tanaman yang kekeringan dan kehausan belum terselesaikan ia akan terus turun membasahi bumi dan terus memberikan kesejukan pada bumi.
Jadilah seperti hujan yang selalu berbuat baik meski dicaci sekalipun.
2.
Mengajarkan kita untuk bersyukur
Manusia itu memang aneh. Ketika musim kemarau datang kita sangat merindukan musim hujan. Namun ketika hujan turun kita malah mengeluh, karena banjir terjadi di mana-mana padahal penyebab utama terjadinya banjir bukan karena hujan tapi karena ulah tangan kita sendirilah yang sering membuang sampah sembarangan ke kali.
Jangan hanya bisa menyalahkan, tapi tanyalah pada diri sendiri sebenarnya siapa yang salah. Bisa jadi kejadian buruk yang menimpa kita adalah alarm dari Allah agar kita mengoreksi diri.
Belajarlah untuk bersyukur atas apapun yang sedang terjadi, sebab segala yang terjadi pada kita saat ini pastilah yang terbaik.
3. Hujan mengajarkan tentang arti pantang menyerah.
Kita bisa belajar dari hujan yang tak pernah menyerah meski sering jatuh berkali-kali.
Meski harus jatuh sekalipun ia tak pernah mengeluh bahkan ia akan terus melakukannya dengan senang hati karena itulah kewajibannya yang bertugas untuk menyuburkan bumi.
Tidak seperti kita yang baru jatuh sekali saja sudah menyerah minta ampun, payah!
4. Mengajarkan tentang kerendahan hati
Meski hujan tidak pernah tahu di mana ia akan jatuh dan berlabuh, ia kan tetap jatuh ke bumi dengan segala kerendahan hatinya.
Ia ikhlas ke mana angin membawanya dan di mana saja ia jatuh yang ia yakini hanya satu, suatu saat ia akan bermuara pada satu tempat yaitu lautan.
Ia berasal dari laut dan pasti akan kembali ke laut. Itulah yang ia sadari hingga ketika ia dijatuhkan, dengan senang hati ia menikmati setiap proses yang harus dilalui.
Hendaknya kita sebagai manusia harus belajar dari hujan yang meski tak tahu apa yang akan terjadi ke depan, hendaknya kita menikmati setiap proses yang ada.
Serahkan segalanya kepada Allah, Sang Maha Kuasa. Karena kita berasal dari-Nya maka suatu saat kitapun akan kembali pada-Nya maka lakukanlah yng terbaik selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini.
Pesan terakhir, jangan pernah mencaci hujan sebab hujan adalah berkah. Allah pun menjanjikan bahwa doa mujarab adalah doa yang dibaca ketika hujan.
Lebih baik perbanyak doa dari pada mengujar caci.

