SOLO, Bernas.id ? Presiden Joko Widodo memilih jasa lima master of ceremony (MC) senior asli Solo, Jawa Tengah yang akan membantu prosesi pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu. Kelima MC itu sudah mendapat tugas masing-masing karena rangkaian acara pernikahan yang mengusung adat Jawa Klasik. Sehingga perlu MC yang sudah berpengalaman memandu acara pernikahan sesuai adat Surakarta.
Ada MC yang memandu acara siraman, midodareni, ijab kabul hingga resepsi mulai Selasa (7/11/17) hingga Rabu (8/11/17).
Widarsih Suranto akan memandu acara siraman dan malam midodareni. Slamet Aby pemandu akad nikah. Umijatsih memandu acara panggih (pertemuan) antara Kahiyang dan Boby Nasution usai akad nikah.
Sedangkan, dua penyiar senior RRI solo, Taufiq dan Sari Nugraha akan memandu sirama pengantin putra dan resepsi pernikahan.
“Saya diberikan kepercayaan keluarga Presiden Jokowi untuk memandu acara adat siraman dan malam midodareni di rumah pengantin putri (Kahiyang). Acara siraman akan digelar Selasa (7/11/17) pagi,” ungkap Widarsih di Gedung Graha Saba Buana, Banjarsari, Kota Solo, Rabu (1/11/17) siang.
Baca Juga Inilah 7 Fakta Terbaru Jelang Pernikahan Kahiyang-Bobby, Nomor 6 Bisa Dicontoh Lho!
Slamet Aby mengaku diminta untuk memandu jalannya acara akad nikah pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby di Gedung Graha Saba Buana Solo, Rabu (8/11/17) pagi. Kemudian, Taufiq Widodo sebagai pemandu acara siraman pengantin putra di Hotel Alila, Solo.
Ia juga akan menjadi pemandu acara resepsi pernikahan bersama rekan kerjanya, Sari Nugraha.
Siraman
Prosesi siraman Kahiyang Ayu, akan berlangsung di rumah pribadi Jokowi. Siraman itu akan menggunakan air dari tujuh sumber mata air. Tujuh sumber air itu berasal dari Keraton Surakarta, Masjid Agung Solo, Masjid Mangkunegaran, Masjid Laweyan, rumah pribadi di Sumber-Solo, Istana Negara dan Istana Bogor.
Acara siraman pakemnya diambil dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
“Nanti sebelum siraman, beliau (Presiden Jokowi) akan mencampur air yang berasal dari tujuh mata air. Tujuh mata air pilih karena memiliki makna yang baik,” terang Widarsih Suranto.

