Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Rencana Ruas Tol Bawen-Yogyakarta Lewat Muntilan, Ini Risikonya

Oleh: Redaksi Bernas•10 Oktober 2017
Rencana Ruas Tol Bawen-Yogyakarta Lewat Muntilan, Ini Risikonya
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Sementara, soal Tol Bawen Yogyakarta ada beberapa rute pilihan. Sebelumnya, Kementerian PUPR menyepakati tol yang masuk ke Yogyakarta mulai dari Muntilan, Magel..."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 Oktober 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

JAKARTA, Bernas.id ? Pemerintah Pusat berencana membangun jalan tol ruas Bawen-Yogyakarta. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih harus menunggu persetujuan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pembangunannya pun masih terhambat karena ada beberapa pertimbangan dari Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY.

Diakuinya, rencana pembangunan tol melintasi DIY sudah ada sejak 10 hingga 15 tahun yang lalu.

Salah satunya adalah Tol Yogyakarta-Solo. Namun, ada banyak situs cagar budaya yang ada di sekitar trase tol.

Jalan Tol Solo-Yogyakarta akan melewati Prambanan, di situ ada Candi Prambanan sehingga tidak mungkin diizinkan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipandangnya juga tak bakal mengizinkan proyek itu.

Sementara, soal Tol Bawen Yogyakarta ada beberapa rute pilihan. Sebelumnya, Kementerian PUPR menyepakati tol yang masuk ke Yogyakarta mulai dari Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Namun, rute Muntilan ini belum dipastikan.

Ada risiko alam yang membayang di kawasan Magelang, yakni Gunung Merapi. Selain itu, di perbatasan Magelang-Yogyakarta  akan melintasi Jembatan Krasak. Kawasan di situ adalah jalan aliran lahar bila Gunung Merapi erupsi.

Sultan pun menegaskan berbahaya bila dibangun jalan tol di situ.

“Jalan sekarang yang ada saja itu kalau Merapi muntah itu jalan itu dilewati (lahar) semua. Lha kalau membangunnya makin ke timur dan lewat Jembatan Krasak baru, ya risikonya jadi malah gede,” katanya usai pelantikan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/10/17).

“Makanya sampai sekarang Pemerintah Pusat belum bisa menentukan rute yang dari Bawen ke Yogya ini lewat mana,” tutur Sultan.

Gubernur DIY ini mengusulkan daripada membangun Tol Bawen-Yogyakarta lebih baik membangun Yogyakarta Outer Ring Road saja. Menurutnya, tidak masalah jika Yogyakarta tidak dilintasi jalan tol.

Lagi pula teritori DIY tidaklah besar.

“Karena kondisi seperti itu, bagi saya tidak perlu ada tol,” jelasnya.  

Tag:#daerah#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram