Bernas.id ? ?Jangan baper!? Mungkin kalimat itu sudah sangat menjagat nusantara sekarang. Mengetik kata ?baper (bawa perasaan) ? di jendela eyang Google pun akan menghasilkan 20.600.000 hasil pencarian.
Mulai dari memahami arti baper itu sendiri, gombalan serba baper, kamus baper, dan sebagainya. Lengkap!
Dinukil dari kitabgaul.com, baper adalah akronim dari bawa perasaan. Beberapa situasi yang dianggap menggambarkan kondisi ?bawa perasaan? pun diungkap di laman tersebut.
Bawa perasaan karena ingat mantan, ngambek, sedih karena artis yang keluar dari grup band idola, menangis karena melihat drama percintaan, dan sebagainya.
Yang jika disimpulkan, perasaan itu adalah sedih, kesal (ngambek), kangen, terbawa emosi cerita, dan lain-lain.
Perbedaan Emosi dan Perasaan
Beberapa laman serupa seperti Psikologi Online, pendidikan.or, dan sebagainya banyak menyatakan bahwa emosi dan perasaan (emotion and feeling) adalah dua hal serupa yang tak bisa dipisahkan. Sebagian ahli menyatakan, perasaan terkandung dalam emosi.
Tidak semua orang terbiasa menyatakan emosi yang bergejolak padanya. Psikologi Online bahkan menyatakan, beberapa budaya tidak memiliki kata ?emosi’ sebagai ungkapan, sementara kata ?perasaan? muncul di semua budaya.
Padahal, bukan tidak mungkin kita menggunakan kata ?emosi? untuk menggambarkan situasi yang berbeda. Misalnya: Ahok begitu ?emosi? melihat pekerjaan yang dilakukan sembarangan.
Kata emosi di sini mewakili rasa marah dan kecewa. Cinderella begitu ?emosi? karena sang pangeran menemukannya. Kata ?emosi? pada kalimat tersebut mewakili rasa haru, cinta, berbunga-bunga, dan sebagainya.
Satu hal yang pasti, emosi dan perasaan sama-sama memiliki peran dalam memberikan tanggapan atas perilaku, pengambilan keputusan, atau interaksi interpersonal.
Tetapi, memahami perbedaan keduanya akan membantu kita mengubah perilaku tidak sehat, lebih bijak bersikap dan menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup.
Baca juga Tips Sebelum Medical Check Up Kerja yang Perlu Kamu Terapkan
Pengertian Emosi dan Perasaan
Antonio d?Amasio, seorang profesor neuroscience dari Universitas California menyatakan dalam laman thebestbrainpossible.com, perbedaan antar emosi dan perasaan terletak pada otak tempat keduanya dihasilkan. Emosi adalah reaksi kimia yang terjadi dalam sistem limbic otak (midbrain), yang memberikan sinyal agar bagian otak lain dan tubuh kita melakukan sesuatu. Emosi bisa mempengaruhi kerja hormon, karena ia adalah reaksi kimia.
Sehingga, perubahan emosi bisa saja berupa meningkatnya stres, berubahnya raut wajah, bahasa tubuh, merasa tenang, memperhatikan, atau berusaha menghindar.
Seorang wanita pada masa menstruasi sangat bisa merasakan hal ini.
Perasaan (feeling) dihasilkan oleh prefrontal cortex, otak bagian depan yang lebih njlimet dan bertanggung jawab terhadap pemikiran abstrak dan logis. Perasaan adalah hal yang terjadi setelah emosi.
Bisa saja melibatkan masukan kognisi, tanpa terasa dan sulit diukur. Tetapi, para peneliti mengatakan, perasaan itu bisa dipelajari dan diantisipasi. Perasaan memiliki multiarti.
Ia terentang sejak perasaan bersifat fisik hingga perasaan subyektif. Perasaan fisik, misalnya rasa sakit saat tangan terbakar atau terpotong.
Sedangkan perasaan subyektif, misalnya rasa bosan pada pelajaran sejarah, dan sebagainya.
Singkatnya, sebut saja perasaan adalah pembacaan tubuh ketika secara kognisi kita menjadi waspada dengan perubahan reaksi kimia pada otak (emosi).
Hal tersebut bisa bersifat positif ataupun negatif, tergantung bagaimana tanggapan yang akan dilakukan tubuh.
So, mana yang tepat ketika seseorang menjadi sedih ketika Raisa menikah dengan Hamish Daud? Baperan atau emosian?
Siap Sukses Bersama Unmaha? Inilah Waktunya!
Untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana kita bisa membedakan antara emosi dan perasaan saat meniti karier ke depannya, saatnya ambil langkah baru bersama Universitas Mahakarya Asia (Unmaha)!
Temukan jurusan yang tepat lewat pilihan sertifikasi yang siap mengantarkan ke karier impian. Sertifikasi kursus yang mendukung keahlian secara langsung di dunia kerja.
Jangan lewatkan kesempatan untuk tumbuh dan sukses bersama.
Sertifikasi Staff SDM ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan dalam administrasi personalia, tetapi juga berperan dalam pengembangan, pengelolaan, dan pemeliharaan SDM yang berkualitas.
Anda juga berkesempatan mengikuti Program Beasiswa PBL (Project Based Learning) di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) dan dapatkan kesempatan luar biasa untuk menempuh pendidikan D3 atau S1 secara gratis.
Sambil kuliah, Anda juga akan terlibat dalam proyek-proyek nyata yang berasal dari perusahaan mitra berpengalaman, memberikan pengalaman langsung di dunia industri.
Bisnis Menjanjikan Bersama Adolo
Ingin tambahan penghasilan? Jadilah reseller resmi Adolo.id dan nikmati peluang bisnis yang menjanjikan dengan sistem kemitraan yang mudah dan menguntungkan. Produk berkualitas dan support marketing siap mendukung perjalanan sukses sebagai pebisnis.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai PMB UNMAHA atau peluang reseller Adolo.id, silakan hubungi admin kami melalui WhatsApp admin UNMAHA. ***6
Sumber:
PsikologiOnline & thebestbrainpossible.com
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari Baperan atau Emosian? Mana yang Lebih Tepat??
Bernas id Jangan baper Mungkin kalimat itu sudah sangat menjagat nusantara sekarang Mengetik kata baper di jendela eyang Google pun akan menghasilkan 20 600...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




