Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Wahai Guru, 5 Mindset Ini Perlu Segera Diubah Agar Pendidikan Kita Maju !

Oleh: Redaksi Bernas•10 Oktober 2017
Wahai Guru, 5 Mindset Ini Perlu Segera Diubah Agar Pendidikan Kita Maju !
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Kita semua prihatin terhadamutu pendidikan Indonesia Walaupun sudah 72 tahun merdeka namun kualitas pendidikan kita jauh tertinggal dengan negara..."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 Oktober 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id – Kita semua prihatin terhadap mutu pendidikan Indonesia. Walaupun sudah 72 tahun merdeka, namun kualitas pendidikan kita jauh tertinggal dengan negara tetangga. Bahkan dalam kecakapan membaca saja, hasil survei PISA (Programme for International Students Assessment) tahun 2015 menyatakan bahwa Indonesia masih berada di urutan ke-61 dari 69 negara.

Bingung memperbaiki mutu pendidikan? Cukup dengan meningkatkan mutu guru, tidak perlu dengan mengganti kurikulum atau hal lain yang tidak terlalu signifikan berpengaruh.

Nah, satu hal yang paling penting dan paling sulit diubah adalah mindset guru.

Jika 5 mindset ini berhasil diubah, niscaya perkembangan pendidikan di Indonesia akan lebih pesat.

1. Mendidik tidak sama dengan mengajar

Masih ada yang berpendapat bahwa tugas guru adalah mengajar. Padahal mendidik tidak sama dengan mengajar.

Mendidik memerlukan hati yang penuh, perhatian yang dalam serta pengorbanan yang besar. Seperti orang tua yang ikhlas mendidik anak-anaknya.

2. Guru bukan satu-satunya sumber belajar dan buku bukan satu-satunya sumber ilmu

Guru perlu lihai membuat bahan ajar dan membelajarkan siswa mencari sumber belajar selain di sekolah.

Apalagi di saat sekolah tidak menyediakan buku paket, maka guru perlu kreatif mengeksplorasi berbagai sumber belajar.

3. Murid bukan kertas kosong yang tidak tahu apa-apa

Murid abad 21 adalah generasi digital. Mereka bosan dengan penjelasan verbal yang mudah mereka akses melalui internet.

Sudah sewajarnya guru mengubah mindset bahwa dialah orang terpandai di kelas dan murid belum tahu.

Justru ada baiknya murid diberi kesempatan untuk menjadi tutor sebaya, berkolaborasi dalam ilmu dan praktik di kelas.

4. Guru harus senantiasa belajar hal yang baru terkait ilmunya walau tanpa insentif dan sertifikat

“Kamu harus rajin belajar!” demikian pesan yang sering diungkapkan guru kepada murid-muridnya.

Namun apakah bapak dan ibu guru juga rajin belajar walaupun tanpa insentif dari sekolah? Inilah yang perlu diubah. Karena belajar adalah kebutuhan individu.

Kebutuhan guru dan murid, bahkan kebutuhan semua orang yang ingin hidup lebih baik.

5. Guru tidak hanya bisa belajar dari pakar, tapi juga dari teman sejawat

Banyak yang enggan menerima ilmu bila yang menyampaikan dianggap memiliki kompetensi sama dengan kita. Padahal nilai sebuah ilmu tidak terletak pada siapa penyampainya tapi pada kebermanfaatan ilmu itu bagi kita.

Tag:#pendidikan#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram