Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Mesin Meledak di Lautan Atlantik, Pesawat Air France Mendarat Darurat di Kanada

Oleh: Redaksi Bernas•1 Oktober 2017
Mesin Meledak di Lautan Atlantik, Pesawat Air France Mendarat Darurat di Kanada
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pesawat Air France yang melakukan penerbangan dari Paris menuju Los Angeles terpaksa melakukan pendaratan darurat di Kanada. Hal itu dilakukan setelah salah sat..."

🗓️ Dipublikasikan pada 1 Oktober 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

Bernas.id ?  Pesawat Air France yang melakukan penerbangan dari Paris menuju Los Angeles terpaksa melakukan pendaratan darurat di Kanada. Hal itu dilakukan setelah salah satu mesin mengalami kegagalan saat mengudara di atas Samudra Atlantik.

Satu dari empat mesin pesawat Airbus A380 itu meledak saat pesawat berada di barat Greenland pada 30 September 2017. Pewasat itu kemudian mendarat di Goose Bay Airport, Labrador, Kanada bagian timur.

Baca juga Seorang Pilot Etihad Airways Meninggal Saat Terbangkan Pesawat

Menurut keterangan Air France seperti dilansir BBC, pesawat dengan nomor penerbangan AF66 itu membawa 496 penumpang dan 24 awak.

Meski tak ada yang terluka dalam insiden itu, para penumpang harus menunggu beberapa jam setelah pesawat mendarat darurat. Sebab bandara kecil di Kanada itu tak dilengkapi peralatan untuk menangangi Airbus A380.

Salah seorang penumpang mengatakan, selama menunggu mereka diberi kompensasi berupa makanan. Kapten pilot pun keluar untuk berbicara dengan penumpang.

Beberapa di antara penumpang bahkan meminta foto bersama sang kapten.

Dua pesawat Boeing 777 lantas dikirim dari Montreal untuk menjemput mereka dan mengantar ke tujuan semula, yakni Los Angeles.

Dalam sebuah pernyataan, Air France mengonfirmasi adanya kerusakan serius pada salah satu mesin. Maskapai asal Prancis itu menambahkan bahwa para kru pesawat telah menangani insiden tersebut.

Salah satu penumpang yang dahulunya bekerja sebagai petugas teknis pesawat, David Rehmar, memberi kesaksian kepada BBC. Ia memperkirakan bahwa insiden itu disebabkan karena kegagalan baling-baling mesin.

Ia mengatakan, di tengah penerbangan tiba-tiba ada pergerakan mendadak yang diikuti dengan suara kencang.

Penumpang pun dibuat panik setelah insiden itu terjadi.

“Kami mendengar ledakan kencang dan muncul getaran yang membuat saya berpikir bahwa telah terjadi kegagalan mesin,” ujar Rehmar. Ia menambahkan, para penumpang sempat berpikir bahwa pesawat bakal jatuh.

Baca juga Pesawat Jatuh di Tanah Milik Ratu Inggris, Ini Korbannya

Namun, kekhawatiran itu sirna ketika pesawat kembali stabil dalam 30 menit. Ia menyebut bahwa pilot dengan cepat mematikan mesin yang rusak.

Rehmar mengatakan, serangan burung bukanlah penyebab insiden itu. Sebab ketika ledakan terjadi pesawat berada di ketinggian yang begitu tinggi.

Berdasarkan pengalamannya, ia pun meyakini bahwa baling-baling eksterior di salah satu mesin telah gagal. Tetapi penyebab kegagalan mesin itu belum jelas.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram