Bernas.id – Kendaraan roda dua atau sepeda motor merupakan sebuah kendaraan yang dapat dengan lincah meliuk-liuk di jalan raya. Oleh karena itu, sepeda motor mendapat julukan kendaraan antimacet, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar. Semacet apapun jalanan oleh kendaraan bermotor, sepeda motor selalu bisa mendapatkan celah untuk melewati kendaraan lain dan terbebas dari kemacetan.
Maka tak heran jika sepeda motor menjadi kendaraan yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia.
Selain itu, sepeda motor juga merupakan kendaraan kelas menengah, yang tidak terlalu mahal seperti mobil. Sepeda motor juga termasuk kendaraan yang harganya cukup terjangkau oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.
Apalagi dengan maraknya penawaran kredit sepeda motor oleh dealer sepeda motor yang semakin memudahkan peminat sepeda motor untuk memiliki kendaraan roda dua ini. Tak heran jumlah pengendara sepeda motor semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Populasi sepeda motor di Jakarta saja dilaporkan naik 300% dalam empat tahun terakhir.
Hal ini membuktikan bahwa sepeda motor masih menjadi alat transportasi nomor satu di Indonesia. Sepeda motor digunakan mulai dari anak sekolah ( Yang sudah memiliki SIM), para pekerja kantoran atau karyawan, para ibu-ibu, untuk membantu masing-masing urusan mereka.
Terlebih lagi dengan munculnya sepeda motor matik yang semakin terlihat dominasinya dalam industri otomotif di Indonesia. Maka sepeda motor pun masih menyandang status sebagai kendaraan ?rakyat? versi masyarakat Indonesia di era modern ini.
Populasi sepeda motor tak hanya dipengaruhi hal diatas, faktor harga yang terbilang cukup murah juga menjadi salah satu penyebabnya.
Terlebih lagi sekarang kita bisa membeli motor bekas jika tak memiliki uang atau tak bisa membayar cicilan bulanan untuk sebuah sepeda motor.
Ya, membeli motor bekas untuk sebagian kalangan memang bisa menjadi alternatif saat dana tak memadai. Tetapi resiko yang harus diterima calon pembeli adalah harus lebih berhati-hati meneliti komponen, sebab sebagian pedagang sudah menukar komponen asli dengan komponen ?KW? atau palsu, bahkan ada yang menukarnya dengan komponen yang sudah tak layak pakai. Tetapi tidak semua kok pedagang motor bekas berulah seperti demikian.
Hanya dari mereka saja yang bisa disebut dengan ?oknum?.
Baca juga Ternyata, Ban Motor Matic Tidak Cocok Pakai Angin Nitrogen!
Seperti dilansir dari KompasOtomotif, Ali Muchtar, salah satu pedagang sepeda motor bekas di kawasan Rawa Belong, menyampaikan bahwa meski saat ini sudah banyak pembeli yang paham, tetapi tetap ada saja pedagang curang yang ingin untung lebih dengan menjual komponen asli.
?Kalau mesin lolos, biasanya komponen plastik. Misalnya sepatbor diganti KW, yang asli dijual. Atau lampu dan batoknya diambil, diganti KW.
Itu sudah biasa dan banyak. Kelihatannya lebih bagus, tapi sebenarnya bukan barang yang asli,? kata Ali.
Ini dia beberapa komponen sepeda motor bekas yang rawan diganti oleh pedagang nakal yang harus diwaspadai :
1. Komponen bodi.
Misalnya bodi samping, belakang.
2. Lampu-lampu. Versi ?KW? sudah sangat banyak beredar.
Kualitasnya jelas jauh di bawah barang asli, baisanya cepat pudar dan pecah.
3. Suspensi. Perhatikan model asli dan warna garpu depan.
Bisa jadi komponen ini diganti dengan barang lama yang sudah berkali-kali diservis.
4. Kaliper rem dan pelek. Biasanya sepaket.
Cukup sulit membedakan, sebaiknya tanyakan detail ke penjual.
5. Untuk versi sepeda motor karburator, bagian ini paling rawan diganti. Tes dulu sebelum membeli.
Nah, mulai sekarang jika kamu berniat membeli motor bekas waspadai ya komponen-komponen diatas pastikan tidak ?dikanibal? supaya kamu tidak rugi.
Semoga bermanfaat!
Baca juga Tanpa Injak Pedal Gas, Tiba-tiba Mobil Meraung. Ini Lho Sebabnya
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.




