BANYUWANGI, Bernas.id ? Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Tak hanya pantai dan festival-festivalnya, ada pula obyek wisata Hutan De Djawatan. Wisatawan bisa menikmati perjalanan di hutan, merasakan suasana teduh dan panorama pepohonan yang rindang.
Hutan De Djawatan terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, sekitar 45 kilometer dari pusat kota Banyuwangi.
Wisata ini belum lama dikenal karena baru dikembangkan sejak tiga bulan lalu. Kini, wisata Hutan De Djawatan dikelola bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
Pada area Hutan De Djawatan Benculuk, ada beberapa titik swafoto yang disediakan pengelola. Ada pohon trembesi yang hidup lebih dari 100 tahun.
Ada dua tempat berfoto yang dibangun di atas pohon, juga beberapa truk bekas. Di sini, wisatawan bisa menghirup udara segara. Berswafoto dengan latar belakang pohon-pohon raksasa pun tak boleh dilewatkan.
“Ini kawasan milik Perhutani.
Kalau masyarakat sekitar sebut hutan di dalam kota. Pohon di sini jenis trembesi,” ungkap anggota Polisi Hutan Perhutani Kelompok Pemangku Hutan Banyuwangi Selatan Jawa Timur, Puji Widodo.
Dahulu, tempat ini menjadi lokasi penimbunan kayu jati. Wisata Hutan De Djawatan Benculuk ini membentang seluas enam hektar dan ditumbuhi pohon berkayu besar.
?Pertama pikir datang biasa saja.
Pas datang lebih bagus dari Instagram. Seperti dalam film Lord of The Ring,” ucap Celin.
Baca Juga Impian Pemkab Banyuwangi Ada Penerbangan Internasional SegeraTerwujud
Untuk dapat masuk area Hutan De Djawatan Benculuk, wisatawan akan dikenakan biaya tiket Rp 2.000. Meski berada di hutan, pengelola sudah menyediakan toilet.

