Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Pesta Pernikahan Cukup Rp 15 Juta, Ini Penjelasan Financial Planner

Oleh: Redaksi Bernas•2 September 2017
Pesta Pernikahan Cukup Rp 15 Juta, Ini Penjelasan Financial Planner
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno menyampaikan kehidupan setelah pernikahan membutuhkan persiapan keuangan yang lebih matang..."

🗓️ Dipublikasikan pada 2 September 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

Bernas.id ? Pernikahan adalah momen bahagia yang dinantikan dan setelah resmi menjadi suami-istri biasanya menggelar resepsi. Pesta pernikahan memang tidak wajib bagi calon pengantin. Apalagi pesta pernikahan yang mewah.

Calon pengantin tak hanya memikirkan pesta pernikahan saja.

Masih banyak yang perlu dipersiapkan untuk kehidupan rumah tangga setelah menikah.

Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno menyampaikan kehidupan setelah pernikahan membutuhkan persiapan keuangan yang lebih matang. Karenanya, pengantin baru disarankan lebih baik mengalokasikan dana untuk membeli rumah, kendaraan, atau biaya hidup ke depan.

“Lebih penting pasca pernikahan seperti punya rumah. Ngapain resepsi mewah nanti bayar utang (kalau enggak mampu) padahal rumah juga belum punya,” ungkap Rini di Jakarta, Minggu (3/9/17).

Menurutnya, kebutuhan biaya inti untuk menikah bisa diperkirakan hanya sekitar Rp 10-15 juta.

Biaya ini untuk penghulu, mas kawin, dan perayaan pernikahan secara sederhana di rumah. Dengan biaya di bawah Rp 20 juta itu pesta pernikahan tak perlu di hotel. Manfaatkan saja halaman rumah dan ruangan seadanya.

Sejumlah makanan bisa dipesan dan dimasak sendiri.

“Rp 10-15 juta biaya inti saja resepsi pernikahan, walimahan sederhana bisa,” kata Rini.

Baca Juga Bingung Pilih Benda Seserahan? Simak Panduan Kebutuhannya

Persiapan mental pasangan baru setelah menikah juga tak kalah penting. Suami-istri harus menyepakati pengasilan masing-masing sebagai penghasilan bersama yang harus dikelola sebaik mungkin.

Setelah menikah, tidak tak ada lagi penghasilan istri atau suami.

Persiapkanlah pernikahan jauh-jauh hari dan buat perencanaan mulai dari tabungan hingga kebutuhan setelah menikah. Jangan sampai pernikahan mewah malah membebani keuangan pasangan baru.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram