HarianBernas.com – Siapakah tokoh pahlawan yang terdapat pada mata uang kertas 10.000 rupiah? Ia adalah Sultan Mahmud Badaruddin II. Sultan Mahmud Badaruddin II lahir di kota Palembang pada tahun 1767.
Ia adalah seorang pemimpin di kesultanan Palembang-Darussalam selama dua periode.
Selama masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran untuk melawan penjajah Inggris dan Belanda. Perang yang pernah dipimpin oleh Sultan salah satunya adalah Perang Menteng.
Sejak timah ditemukan di Bangka pada pertengahan abad ke-18, Palembang dan wilayahnya menjadi incaran Britania dan Belanda. Demi menjalin kontrak dagang, bangsa Eropa berniat menguasai Palembang.
Awal mula penjajahan bangsa Eropa ditandai dengan penempatan Loji (kantor dagang).
Di Palembang, loji pertama Belanda dibangun di Sungai Aur (10 Ulu). Bersamaan dengan adanya kontak antara Britania dan Palembang, hal yang sama juga dilakukan Belanda.
Dalam hal ini, melalui utusannya, Raffles berusaha membujuk Sultan untuk mengusir Belanda dari Palembang. Namun, bujukan tersebut ditolak secara halus oleh Sultan.
Pada awalnya, ketika Batavia berhasil diduduki pada tahun 1811, Sultan Mahmud telah berhasil membebaskan Palembang dari cengkeraman Belanda pada tanggal 14 Mei 1811.
Pada tanggal 14 Juli 1821, Belanda berhasil menguasai Palembang seutuhnya, Sultan beserta keluarganya ditangkap dan diasingkan ke Ternate.
Berkat jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan melawan para penjajah, pemerintah Indonesia menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Mahmud Badaruddin II. Nama Sultan Mahmud Badaruddin II kini diabadikan sebagai nama bandara di Palembang dan pada mata uang kertas 10.000 rupiah.

